Bidik Peluang Investasi Migas

KESDM Sebut Timur Tengah Jadi Target Kemitraan

   •    Sabtu, 12 Jan 2019 13:29 WIB
migaskementerian esdm
KESDM Sebut Timur Tengah Jadi Target Kemitraan
Ilustrasi (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta: Berbagai terobosan tengah dilakukan oleh pemerintah guna meningkatkan investasi subsektor minyak dan gas bumi (migas). Salah satunya membidik kerja sama dengan sejumlah negara terutama di kawasan Timur Tengah yaitu Irak dan Azerbaijan.

"Nanti masih banyak kerja sama lain yang menyusul akan dilakukan," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Sabtu, 12 Januari 2019.

Lebih rinci, Direktur Pembinaan Program Migas Soerjaningsih mengemukakan, rencana memperlebar peluang investasi hulu migas ke kawasan Timur Tengah. "Yang akan kita laksanakan tahun ini adalah meningkatkan kerja sama dengan Irak dan Azerbaijan. Dengan Azerbaijan, kita ditawari eksplorasi lapangan migas di sana dan juga impor minyak mentah," ujarnya.

Selain Azerbaijan, tambah Soerjaningsih, Irak juga menjadi sasaran utama kerja sama dalam pengembangan industri petrokimia, pembangunan kilang, dan eksplorasi lapangan migas di negara tersebut melalui PT Pertamina (Persero).

"Pertamina berminat untuk proyek Tuba Oil Field di Irak, tapi ini masih dibahas, sedang berjalan," kata Soerjaningsih.

Kendati demikian, kemitraan kedua negara sifatnya masih penjajakan atau negosiasi. Hal ini nanti akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan bilateral antara kedua negara. Investasi sektor migas di luar negeri bukan hal baru bagi Pemerintah Indonesia. Pasalnya, sepanjang 2018 ada empat kerja sama pokok di sektor migas yang berhasil disepakati oleh kedua belah pihak.

Adapun empat kerja sama tersebut yaitu RI-Rusia. Dengan Rosneft, membangun kilang GRR Tuban dengan nilai investasi USD1-16 miliar. Kedua, RI-Arab Saudi. Dengan Saudi Aramco, mengerjakan proyek RDMP kilang Cilacap dengan nilai investasi USD5,4-6 miliar.

Ketiga, RI-Azerbaijan. Pertamina dengan SOCAR dalam hal impor minyak mentah dan ekslporasi lapangan migas. Nilai investasinya akan diketahui setelah penandatangan nota kesepahaman. Keempat, RI-Bangladesh dan RI-Pakistan. pasokan LNG dengan nilai penerimaan sebesar USD14,3 miliar.

Di satu sisi, kerja sama dengan berbagai negara ini diharapkan mampu menjaga tren investasi sektor ESDM. Sebagai catatan, realisasi investasi di sektor ESDM di 2018 mencapai USD32,2 miliar atau setara Rp462,83 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar USD12,5 miliar merupakan realisasi dari subsektor migas.


(ABD)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

2 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA