Ketua DPR Minta Parlemen Dunia Bersinergi Kembangkan EBT

Anggi Tondi Martaon    •    Rabu, 12 Sep 2018 14:29 WIB
berita dpr
Ketua DPR Minta Parlemen Dunia Bersinergi Kembangkan EBT
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo - - Foto: dok DPR RI

Jakarta: Indonesia menjadi tuan rumah World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) ke-2. Forum yang diikuti oleh 45 negara itu fokus membahas energi baru terbarukan (EBT).

Sebagai tuan rumah, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak parlemen di dunia untuk bersinergi mengembangkan dan memberikan akses penggunaan EBT. Menurutnya, akses untuk mendapatkan energi bersih, aman dan terjangkau masih terbatas.

"Ketersediaan energi seperti listrik sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia, sekaligus menjadi kebutuhan mutlak menunjang pembangunan. Namun, hal ini menjadi tantangan besar bagi kita mengingat ketergantungan pada energi fosil dan pengembangan sumber energi terbarukan masih sangat terbatas," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis, Rabu 12 September 2018.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia ini menuturkan, permintaan energi semakin meningkat. Karenanya, EBT menjadi jalan keluar pemenuhan energi.

"Potensi energi terbarukan seperti biomasa, panas bumi, energi surya, energi air, dan energi angin cukup besar. Hanya saja sampai saat ini pemanfaatannya masih sangat terbatas," lanjut Bamsoet.

Ia menambahkan pemanfaatan EBT masih terbatas karena harga yang belum kompetitif dan penguasaan teknologi yang rendah. Selain itu, pembiayaan, sarana pelaksanaan, dan inovasi menjadi tantangan dalam menciptakan kerja sama global maupun regional untuk pengembangan energi terbarukan.

"Karena itulah kita berkumpul disini untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman serta mencari solusi terbaik," pungkas Bamsoet.

Meski memiliki banyak tantantangan, Bamsoet menyakini Indonesia terus menunjukan komitmen dalam mewujudkan pemanfaatan EBT. Hal itu diwujudkan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 626 unit, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) 69 unit dan Pembangkit Listrik Minihidro (PLTM) 2 unit.

"Yang paling terbaru, Presiden Jokowi telah meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang berlokasi di Sidrap. Kapasitas pembangkit ini 75 Mega Watt (MW)," papar Bamsoet.

Seperti diketahui, WPFSD merupakan wadah pertemuan Parlemen Dunia yang digagas DPR RI sejak tahun 2017. Forum ini secara khusus diselenggarakan untuk meningkatkan peran Parlemen Dunia dalam mendukung pencapaian Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGS) 2030.

Penyelenggaraan WPFSD tahun ini diikuti oleh 45 negara. Antara lain Argentina, Bahrain, Bolivia, Iran, Iraq, Jordan, Palestina, Peru, Serbia, Uni Emirat Arab, Venezuela, Kribati, Solomon Island, Tonga, Armenia, Botswana, Egypt, Ghana, Madagaskar, Micronesia, Mongolia, Moroco, Serbia, Timor Leste serta Turki. Pertemuan WPFSD ini membahas topik 'Menuju Energi Berkelanjutan untuk Semua'.

Turut serta 5 negara observer yaitu Belarus, China, Nigeria, Papua New Guinea, dan Qatar. Tak ketinggalan, organisasi internasional serta pemerintahan juga turut hadir. Antara lain ASEAN Inter Parliamentary Assembly/AIPA, Ernst & Young, Geneva Council for International Affairs and Development/GCIAD, United Nations Environment Programme/UNEP, Westminster Foundation for Democracy/WFD dan Women Political Leader Global Forum/WPL.

 


(Des)