Libur Lebaran, PLN Perkirakan Kehilangan Pendapatan Rp10 Triliun

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 06 Jun 2018 09:20 WIB
listrikpembangkit listrikplnidul fitritarif listrik
Libur Lebaran, PLN Perkirakan Kehilangan Pendapatan Rp10 Triliun
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) memperkirakan kehilangan pendapatan sekitar Rp10 triliun saat libur panjang Lebaran 2018. Hal itu akan terjadi lantaran banyaknya hari libur pada musim Lebaran tahun ini sehingga penjualan listrik PLN tidak maksimal.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Roekman menyebutkan paling tidak PLN dapat meraup pendapatan sekitar Rp800 miliar-Rp900 miliar sehari dari penjualan listrik. Namun, ia tidak menampik, karena libur panjang ini penjualan listrik PLN akan menurun dan tidak seperti hari-hari biasanya.

"Dua minggu (libur) banyak hampir Rp10 triliun kita bisa terpukul," kata Syofvi, ditemui di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018.

Penurunan penjualan listrik terbesar berasal dari golongan pelanggan industri. Supaya penurunan penjualan listrik tidak terlalu merosot, PLN melakukan siasat dengan memberikan diskon kepada industri yang tetap masuk dan beroperasi saat menjelang dan hari Lebaran.

"Kita bikin industri yang masih mau beroperasi selama Lebaran kita kasih diskon. Mulai kita perbesar kan kemarin hanya untuk konsumsi golongan pelanggan I-3 dan I-4. Terus sepertinya ada beberapa yang ingin ikut ya kita tambahkan," jelas Syofvi.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) sebelumnya menyatakan konsumsi listrik akan menurun sebanyak 20 persen secara nasional saat mendekati hari "H" Lebaran 2018. "Konsumsi listrik justru akan menurun 20 persen jelang Lebaran. Bahkan untuk Pulau Jawa menurun 30 persen," kata Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa.

 


(ABD)