Dirut Inalum Pastikan Bank Siap Pinjami Uang untuk Akuisisi Freeport

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 12 Apr 2018 20:19 WIB
inalum
Dirut Inalum Pastikan Bank Siap Pinjami Uang untuk Akuisisi Freeport
Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin (kanan). MI/IMMANUEL ANTONIUS.

Jakarta: Pemerintah melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menyatakan kesiapannya untuk mengakuisisi saham PT Freeport Indonesia. Saat ini sudah ada bank yang berminat untuk memberikan pinjaman agar akuisisi 51 persen saham Freeport bisa terlaksana.

"Banknya ada beberapa bank sindikasi kok, yang sudah bersedia di atas lima bank yang bersedia kasih," kata Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin ditemui usai RUPST di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis, 12 April 2018.

Dirinya menambahkan, pemerintah tinggal memilih bank mana yang bisa memberikan bunga paling murah. Saat ini bank asal Jepang disebut-sebut menjadi kandidat terkuat karena menawarkan bunga yang lebih murah dibandingkan yang lainnya.

Namun begitu, dirinya masih enggan membeberkan lebih jauh mengenai berapa pinjaman yang akan didapatkan karena masih ada beberapa hal yang perlu dibahas. Namun secara keseluruhan Inalum sudah siap dengan pendanaan yang dibutuhkan untuk mengakuisisi Freeport.

"Sama bankirnya sudah ketemu. Sudah ada jumlah dan tools-nya kira-kira seperti apa. Jadi memberikan confidence bahwa kita bisa melakukan transaksi itu. Negosiasinya pasti lebih alot. Uangnya sudah ada, orangnya sudah mau, tinggal tawar-tawaran saja, biasa lah," jelas dia.

Proses daripada divestasi atau pelepasan saham sebesar 51 persen ke pemerintah ditargetkan akan selesai pada Juni tahun ini. Sampai saat ini proses terkendala kesepakatan pembelian hak partisipasi atau participating interest (PI) Rio Tinto sebesar 40 persen oleh pemerintah.

Budi memastikan pihaknya rutin melakukan pembicaraan baik dengan Menteri Keuangan, Menteri BUMN, maupun dengan Menteri ESDM. Inalum masih melakukan negosiasi kesepakatan harga valuasi saham Rio Tinto dan skema pembelian saham sebelum diserahkan kepada pemerintah.

Seperti diketahui, perusahaan holding tambang, Inalum akan membeli hak milik Rio Tinto di Freeport Indonesia setelah dikonversi menjadi saham. Pembelian saham ini adalah cara untuk divestasi saham Freeport Indonesia untuk mencapai 51 persen.


(SAW)