Inpex Sepakat Mempercepat Pengembangan Blok Masela

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 16 May 2017 15:35 WIB
blok masela
Inpex Sepakat Mempercepat Pengembangan Blok Masela
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: ANTARA/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sempat berlarut-larut, akhirnya Inpex Corporation serius dan sepakat untuk mempercepat perkembangan Blok Masela.

Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dalam kunjungan kerjanya ke Jepang. Di sana, Jonan kembali menegaskan agar proses pengembangan Lapangan Abadi atau Blok Masela di Laut Arafura, Maluku, bisa dipercepat. Sebab proses perencanaan dan pembahasan sudah cukup panjang.

Jonan meminta agar Inpex segera melakukan pembahasan dengan SKK Migas guna memulai proses Pre Front End Engineering Design (FEED). Menurut dia, pembahasan sudah harus masuk ke tahapan teknis, termasuk sejumlah topik seperti pelaksanaan pre FEED, kapasitas produksi, serta lokasi onshore.




Terkait lokasi, Menteri ESDM menyampaikan ada tiga opsi lokasi. Kedua pihak sepakat lokasi akan ditetapkan setelah Pre FEED tuntas, sebelum masuk tahapan FEED.

"Pemerintah tidak punya preferensi khusus terkait lokasi," kata Jonan dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa 16 Mei 2017.

Sementara itu, pihak Inpex yakni CEO & President Inpex Toshiaki Kitamura mengatakan kesiapan perusahaannya untuk segera memulai tahap Pre FEED. Oleh karena itu, Inpex setuju segera melaksanakan workshop bersama SKK Migas, guna membahas poin-poin strategis untuk memulai pre FEED.

Wakil Kepala SKK Migas MI Zikrullah yang hadir dalam pertemuan tersebut menambahkan, pihaknya siap untuk segera memulai workshop bersama Inpex dalam waktu dekat. Di samping Blok Masela, kedua pihak juga mendiskusikan Blok Mahakam. Di blok ini Inpex berpartisipasi sebagai investor bersama Total.

Tingkatkan Kepercayaan

Secara umum kunjungan tiga hari Menteri ESDM Mineral Ignasius Jonan ke Tokyo mendapat sambutan hangat pemerintah dan kalangan investor.

"Kita berinisiatif untuk jemput bola. Banyak masukan yang kita dapat, dan mereka juga paham kebijakan kita, khususnya terkait pengembangan subsektor ketenagalistrikan dan migas," jelas Jonan.

Yang tidak kalah penting, tegas Jonan, para investor bisa berbicara langsung untuk menemukan solusi jika menghadapi kendala di lapangan. "Mereka bisa datang ke kita kalau ada masalah," tutup Jonan.

 


(AHL)