Pemerintah tak Naikkan Persentase Royalti Batu Bara

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 11 Apr 2018 13:12 WIB
batu barakementerian esdm
Pemerintah tak Naikkan Persentase Royalti Batu Bara
Ilustrasi. (Foto: Antara/Nova).

Jakarta: Pemerintah tidak akan menaikkan persentase royalti kepada perusahaan tambang batu bara demi membuat industri tambang lebih kondusif.

Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dalam acara Indonesia Miner-Mineral Processing 2018. Ia mengakui, kewajiban pembayaran royalti  kepada perusahaan tambang akan memberi dampak pada penambahan penerimaan negara.

Namun, pemerintah juga melihat secara general, yakni kondisi harga batu bara yang tinggi saat ini. Menurutnya, penerimaan negara dari royalti batu bara akan tetap bertambah besar tanpa perubahan persentase royalti tersebut.

"Bukan tidak akan menaikkan (royati). Saya bilang kan kalau royaltinya naik terus mungkin industrinya juga tidak akan kondusif. Nah, kita coba cari cara demikian. kalau harganya naik walaupun persentase royalti tetap, kan penerimaan negara akan naik," jelas Jonan saat ditemui di Hotel Westin, Jakarta, Rabu, 11 April 2018.

Ia menambahkan sejak tahun lalu pemerintah berkomiten untuk tidak menggunakan sumber daya alam sebagai komoditas utama, melainkan untuk pengembangan modal. Oleh karena itu, pemerintah mengalah untuk tidak lagi mengejar royalti sebagai fokus Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Pemerintah memutuskan sumber daya alam tidak hanya digunakan sebagai komoditas, tetapi untuk pengembangan modal. Kami tidak hanya menargetkan royalti," ucap dia.

Royalti IUP ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dalam beleid itu disebutkan royalti IUP sebesar tiga persen untuk batu bara kalori rendah atau kurang dari 5.100 Kkal per kg.

Kemudian royalti sebesar lima persen untuk batu bara dengan tingkat kalori menengah yakni antara 5.100 Kkal per kg sampai 6.100 Kkal per kg. Sedangkan royalti sebesar tujuh persen untuk batu bara kalori tinggi yakni lebih dari 6.100 Kkal per kg.

 


(AHL)