Arcandra Sebut Berita Baik ExxonMobil Hengkang dari East Natuna

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 21 Jul 2017 10:02 WIB
blok natuna
Arcandra Sebut Berita Baik ExxonMobil Hengkang dari East Natuna
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengungkapkan keluarnya ExxonMobil dari konsorsium Blok East Natuna adalah kabar baik. Pasalnya, dengan keluarnya ExxonMobil artinya Blok East Natuna dimiliki oleh Indonesia 100 persen.

"Itu yang saya namakan dan saya janjikan ada berita baik nanti. Ini sudah balik 100 persen ke Indonesia sekarang," ungkap Arcandra, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis 20 Juli 2017.

Arcandra menjelaskan, setelah keluarnya ExxonMobil maka blok yang berada di Laut Natuna Utara ini akan diserahkan seluruhnya kepada PT Pertamina (Persero). Pertamina berhak menjalin kerja sama dengan skema bussiness to bussiness kepada perusahaan migas lain untuk pengelolaan blok tersebut kedepannya.

Termasuk dengan satu perusahaan yang tersisa dari Konsorsium Blok East Natuna yakni perusahaan migas asal Thailand PTT EP.

"Siapapun boleh masuk (kerja sama dengan Pertamina). Jadi gini, nanti saya kasih intinya. Yang jelas Natuna kembali ke Indonesia. Nantikan itu b to b," jelas Arcandra.

Sementara ditemui sebelum Arcandra, Vice President of Public and Government Affairs Exxon Erwin Maryoto mengatakan, alasan ExxonMobil menarik diri atas minat mengelola Blok East natuna lantaran setelah pengkajian mendalam blok tersebut dinilai tidak ekonomis.

"Ya jadi setelah kita lihat, kita kaji dan kita lihat hasilnya segala macam ya. Kita memutuskan tidak berpartisipasi dalam pembahasan maupun dalam kegiatan lanjutan di East Natuna," kata Erwin.

Meski demikian ExxonMobil tetap menawarkan kerja sama penggunaan teknologi untuk pemisahan Karbon Oksida (CO2). Karena seperti diketahui kandungan CO2 di blok tersebut sangat besar yakni sekitar 72 persen.

"Kami siap menawarkan saja kalau memang diperlukan teknologi kami bisa kerjasamakan teknologinya," pungkas Erwin.


(ABD)