Kelebihan Pasokan

Alasan Penyederhanaan Kelas Pelanggan Listrik Nonsubsidi

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 15 Nov 2017 06:33 WIB
listrikpembangkit listriktarif dasar listriktarif listrik
Alasan Penyederhanaan Kelas Pelanggan Listrik Nonsubsidi
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan alasan munculnya rencana penyederhanaan kelas pelangggan listrik nonsubsidi adalah untuk menyerap pasokan listrik yang diperkirakan akan berlebih. Kebijakan ini juga diharapkan memberi efek positif bagi masyarakat.

Menteri ESDM Ignasius Jonan membenarkan bahwa pada tahun mendatang Indonesia akan memiliki pasokan listrik berlebih yakni ketika program kelistrikan 35 ribu megawatt (MW) dan program percepatan (Fast Track Program/TP) terbangun. Tambahan pasokan daya bisa mencapai 40 ribu MW.

"Sekarang naiknya belum seberapa tapi nanti di 2019, 2020, 2021, dan 2025 paling kurang ada pertambahan sebesar 40 ribu MW. Jadi dari 35 ribu MW program pemerintah sekarang tambah yang FTP I & II dua yang diselesaikan kurang lebih 40 ribu MW," kata Jonan, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Dengan bertambahnya pasokan listrik nanti, Jonan tidak ingin hanya dinikmati untuk golongan pelanggan bisnis dan industri. Itu sebabnya, pemerintah berencana melakukan penyederhanaan kelas pelanggan listrik nonsubsidi dengan menaikkan daya listrik golongan pelanggan rumah tangga.



"Apakah hanya untuk industri atau perusahaan besar atau dunia usaha saja kan bukan, untuk masyarakat juga. Karenanya ini kita naikan dayanya. Supaya masyarakat juga kalau mau menikmati listrik lebih banyak itu bisa," ucap dia.

Ia menambahkan, penyederhanaan itu tidak akan menaikkan tarif. Begitu juga dengan penambahan daya diterapkan. PLN akan menanggung biaya penambahan daya, sehingga masyarakat tidak terbebani. "Jadi peningkatan daya tidak kena biaya apa-apa. Kalau dulukan peningkatan daya mintanya agak lama, bayarnya juga mahal biasanya, dan sebagainya," pungkas dia.

Seperti diketahui, pemerintah berencana melakukan penyederhanaan kelas pelanggan listrik nonsubsidi. Untuk pelanggan listrik 900 VA nonsubsidi akan dinaikkan dayanya menjadi 1.300 VA. Lalu untuk pelanggan 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA, dan 4.400 VA akan dinaikkan dayanya menjadi 5.500 VA. Namun sejauh ini rencananya masih dalam kajian.

 


(ABD)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA