KESDM Beri Penghormatan Tiga Pegawai Korban Lion Air

Theofilus Ifan Sucipto    •    Rabu, 19 Dec 2018 11:52 WIB
kementerian esdmLion Air Jatuh
KESDM Beri Penghormatan Tiga Pegawai Korban Lion Air
Kelurga korban dari tiga pegawai Kementerian ESDM bersama dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto)

Jakarta: Jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi penghormatan kepada tiga pegawai Kementerian ESDM yang menjadi korban dalam kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 JT-610 bernomor registrasi PK-LQP yang jatuh di Karawang, Jawa Barat.

Ketiga korban tersebut adalah Kepala Seksi (Kasie) Niaga Gas Bumi Inayah Fatwa Kurnia Dewi, Analis Kebijakan Pertama Direktorat Hilir Dewi Herlina, dan Analis Kegiatan Usaha Hilir Migas Jannatun Cintya Dewi.

Adapun penghormatan yang diberikan berupa kenaikan pangkat anumerta dan surat keputusan pensiun. Selain itu, sejumlah stakeholder seperti PT Jasa Raharja dan PT Taspen (Persero) turut memberi santunan kepada keluarga korban.

Dalam kesempatan itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para keluarga korban dan menegaskan siap membantu keluarga jika diperlukan.

"Kami keluarga besar Kementerian ESDM berduka cita. Kalau ada hal lain yang bisa kami bantu, silakan segera hubungi kami," ujar Jonan, dalam sambutannya, di Ruang Sarulla, Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Desember 2018.

Pesawat Lion Air JT-610 bernomor registrasi PK-LQP rute Jakarta-Pangkalpinang yang membawa total 181 penumpang dan delapan awak jatuh di perairan Karawang, Senin, 29 Oktober 2018. Sebanyak 125 jenazah korban berhasil diidentifikasi hingga Basarnas menghentikan pencarian korban pada 10 November 2018.

Sedangkan Lion Air mengalokasikan dana Rp38 miliar untuk melanjutkan pencarian korban kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 JT-610 bernomor registrasi PK-LQP yang jatuh di Karawang, Jawa Barat. Misi ini dijalankan bersama perusahaan Belanda pemilik kapal laut MPV Everest.

MPV Everest diagendakan berlayar dengan perkiraan waktu tempuh dua hari lima jam sampai perairan Karawang. Kapal dijadwalkan tiba di perairan Karawang pada Rabu, 19 Desember 2018, lebih lambat dua hari dari yang direncanakan.

Lion Air menyatakan pencarian korban dan bagian kotak hitam JT 610 dengan MPV Everest akan dipusatkan di area koordinat hasil pemetaan terakhir lokasi jatuhnya pesawat tersebut. Misi ini akan dilakukan selama 10 hari berturut-turut.


(ABD)