Sejak 1 Oktober tak Ada Defisit Listrik

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 02 Dec 2017 16:21 WIB
listrikpln
Sejak 1 Oktober tak Ada Defisit Listrik
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat hingga periode 1 Oktober 2017 tidak ada lagi sistem ketenagalistrikan nasional yang mengalami defisit listrik dibanding 2015.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agus Triboesono mengatakan listrik sangat dibutuhkan masyarakat untuk menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi serta untuk mendukung kehidupan masyarakat sehari-hari.

Sudah merupakan kewajiban pemerintah memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang terus tumbuh seiring meningkatnya perekonomian.

"Pemerintah terus berupaya untuk mencukupi kebutuhan konsumsi listrik dengan berbagai program. Peningkatan kapasitas listrik bukan hanya sebatas kewajiban namun sudah merupakan sebuah keharusan," kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 2 Desember 2017.

Saat ini rasio elektrifikasi Indonesia mencapai 93,5 persen. Di 2018, rasio elektrifikasi ditargetkan mencapai 95 persen sementara pada 2019 sebesar 97 persen.

Salah satu program pemerintah untuk  mencapai elektrifikasi 99 persen dengan program pra-elektrifikasi penyediaan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk desa belum berlistrik.

"Pemerintah mempunyai program untuk terus mengembangkan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia," ucap dia.

Sementara itu, kebutuhan listrik nasional terus meningkat seiring terus tumbuhnya perkonomian nasional. Kapasitas pembangkit listrik nasional saat ini sebesar 60,1 Giga Watt (GW) atau naik 7,1 GW dalam tiga tahun terakhir dibanding 2014 sebesar 53 GW.

Jenis pembangkit listrik berbahan bakar batu bara memiliki kapasitas terbesar menggantikan BBM sebesar 29,8 GW atau 50 persen disusul kemudian dengan gas bumi sebesar 16,8 GW atau 28 persen, EBT sebesar 7,2 GW atau 12 persen dan BBM sebesar 6,2 GW atau 10 persen.

"Dengan adanya program yang lebih mengarah ke arah timur Indonesia, diharapkan infrastruktur ketenagalistrikan dapat meningkatkan akses ketenagalistrikan di wilayah-wilayah tertinggal," imbuh dia.

Seperti diketahui, PT PLN (Persero) juga terus mendorong pembangunan infrstruktur ketenagalistrikan di wilayah perdesaan. Hingga September 2017, PLN telah melistriki sebanyak 73.563 desa.

Berdasarkan road map pengembangan listrik pedesaan PLN 2017 hingga 2019, PLN akan membangun akan mengembangkan listrik pedesaan 2017 sebanyak 5.457 desa, sementara 2018 sebanyak 5.053 desa, dan 2019 sebanyak 3.975 desa.


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA