SKK Migas: Calo yang Tawar Gas Masela USD3/MMBTU

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 09 Jan 2018 16:48 WIB
skk migas
SKK Migas: Calo yang Tawar Gas Masela USD3/MMBTU
SKK Migas. Ilustrasi : Dokumentasi SKK Migas.

Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut hanya 'calo' yang menawar harga gas dari Blok Masela seharga USD3 per MMBTU.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menyebutkan seharusnya harga gas dari lapangan Abadi tersebut tetap bersaing dengan harga gas dari lapangan lain, seperti harga gas Teluk Bintuni yang dihargai USD5,2 per MMBTU.

Jika ada perusahaan yang menawarkan harga gas Masela dibawah harga tersebut, menurutnya perusahaan itu tidak lain dan tidak bukan adalah calo. Perusahaan itu akan mengambil keuntungan dengan menjual gas itu kembali.

"USD3 per MMBTU ini kan bisnisman yang tidak mau kerja, maunya cari untung, yang kemungkinan besar jadi calo. Kalau dia beli USD3 nanti akan di-calo-in ke perusahaan manufacturing yang mau beli ke dia USD4 per MMBTU," ungkap Amien di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa, 9 Januari 2018.

Amien menyebutkan sejauh ini perusahaan-perusahaan yang menawarkan harga gas blok Masela dengan harga yang sangat rendah tersebut bukan termasuk perusahaan top fortune.

"Tahu daftar perusahaan fortune? yang tawar USD3 masuk dalam urutan berapa? Tidak ada dalam urutan itu artinya perusahaan-perusahaan ini tidak dikenal di dunia," sebut dia.

Namun demikian Amien menambahkan SKK Migas terbuka jika ada perusahaan yang menawarkan harga gas dari blok Masela dengan harga yang baik. Apalagi, perusahaan masuk dalam urutan perusahaan yang terbaik.

"Kalau urutan bagus mari kita diskusiin. Kalau di Indonesia gak diterima kok buat apa kita bisnis dengan meraka," pungkas dia.

Seperti diketahui, SKK Migas telah memutuskan pre-FEED blok Masela dengan kapasitas produksi kilang sebesar 9,5 juta ton per tahun (MTPA) untuk gas alam cair (LNG), dan 150 juta kaki kubik per hari (mmscfd) untuk gas pipa.

SKK Migas juga menargetkan pre-FEED selesai pada triwulan III-2018 dan proposal pengembangan (Plan of Development/PoD) Blok Masela rampung tahun ini.

Ada tiga industri yang sudah menyatakan minatnya untuk menyerap gas dari Blok Masela. Ketiga industri tersebut adalah PT Pupuk Indonesia, Elsoro Multi Prima, dan Kaltim Metanol Industri/Sojitz. Namun ketiganya menawarkan harga gas USD3 per MMBTU.


(SAW)