Bukan Hal Sulit Sediakan Listrik Jika Ibu Kota Pindah ke Palangkaraya

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 14 Jul 2017 13:03 WIB
pemindahan ibukota
Bukan Hal Sulit Sediakan Listrik Jika Ibu Kota Pindah ke Palangkaraya
Dirut PLN Sofyan Basyir. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bukan satu hal yang susah bagi PT PLN (Persero) untuk menyediakan kebutuhan listrik di Palangkaraya. Apalagi setelah digadang-gadang akan menjadi ibu kota.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, perseroan akan melakukan pembangunan pembangkit dan transmisi jika Palangkaraya sudah ditetapkan sebagai ibu kota pengganti DKI Jakarta.

"Kalau urusan pembangkit kan urusan dua tahun jadi, tiga tahun jadi. Jadi kalau untuk pembangkit tidak ada masalah. Itu akan cepat. Kita bisa kejar," kata Sofyan di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, seperti diberitakan Jumat 14 Juli 2017.

Saat ini kondisi kelistrikan di Kalimantan sudah baik. Dia mengklaim tidak ada mati listrik di area tersebut. Sementara terkait pembangunan jaringan, ia melanjutkan, pembangunan transmisi dan distribusi sudah dilakukan saat ini. Jika tidak meleset, akhir tahun depan transmisi distribusi akan selesai.




"Transmisi distribusi sudah mau selesai sebentar lagi. Tahun depan akhir selesai. Akhir 2018. Nyambung dari utara, tengah, ke selatan, terus timur," jelas Sofyan.

Direktur Perencanaan Korporat PLN, Nicke Widyawati menambahkan, kesiapan infrastruktur di Palangkaraya akan dilakukan ketika kebutuhan listrik sudah terpetakan. Ketika permintaan sudah diketahui, maka infrastruktur akan dibangun.

PLN akan membangun jaringan pembangkit interkoneksi mulai dari Kalimantan Selatan dan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Kebutuhan listrik di ibu kota nantinya akan disuplai dari pembangkit tersebut.

"Jadi nanti kalau posisi ibu kota kita ada di mana, bisa disuplai dari interkoneksi tadi. Namun nanti jika ada daya tambahan kita akan tambah pembangkit," ucap Nicke.

Rencananya di Kalimantan akan dibangun lima Pembangkit Listrik Tenaga Batubara Mulut Tambang dengan masing-masing berkapasitas 2x100 MW.

"Pembangkit itu Kalselteng, tengah dan selatan digabung, yang kita kita bangun pembangkit batu bara mulut tambang ada lima," pungkas Nicke.


(AHL)