Jangan Takut Kehabisan BBM di Tol

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 07 Jun 2018 15:16 WIB
pertaminabbm
Jangan Takut Kehabisan BBM di Tol
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Musim mudik Lebaran menjadi salah satu momen yang ditunggu warga yang merayakan hari raya Idulfitri. Mereka pun dengan matang menyiapkan persiapan mudik, mulai dari kesiapan bahan bakar minyak (BBM), logistik, hingga kesehatan diri.

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengapresiasi berbagai layanan Pertamina, termasuk di antaranya layanan Motoris Kemasan. Melalui layanan ini, pemudik tidak perlu lagi takut kehabisan bahan bakar minyak (BBM) jika terjebak kemacetan di jalan tol. Cukup menghubungi call center 150-0000, maka BBM akan diantar sesuai pesanan.

"Ini sangat membantu. Yang penting pengaturannya, jangan sampai menimbulkan kecelakaan. Pengemudinya harus benar-benar diberitahu, agar tidak mempergunakan jalur sembarangan. Motoris Kemasan itu bisa pakai jalur darurat saja," tutur Djoko, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 7 Juni 2018.

Begitu pula dengan layanan lain, menurut Djoko juga mendukung para pemudik untuk mendapatkan BBM. Misalnya saja layanan KiosK Pertamax, yang menyediakan BBM jenis Pertamax dalam bentuk kemasan 10 liter. Djoko menilai layanan Pertamina tersebut tidak hanya mempermudah pemudik memperoleh BBM, tetapi juga sangat aman.

"Itu lebih baik daripada pemudik membawa BBM sendiri yang tentu berbahaya. Yang penting, penyediaan tidak hanya di Pantura tetapi juga jalur selatan," ujarnya.

Mendukung arus mudik kali ini, Pertamina menyiapkan berbagai layanan tambahan. Selain tetap mengoperasikan SPBU, BUMN tersebut juga menambah layanan lain di Sumatera dan Jawa. Layanan tambahan itu di antaranya 13 unit Serambi Pertamax, 200 unit Motoris Kemasan, KiosK Pertamax sebanyak 60 unit, 105 unit Kantong BBM, dan 16 unit Mobil Dispenser.

Terkait kondisi mudik kali ini, Djoko menyebut bahwa tidak berbeda jauh dibandingkan Lebaran 2017. Namun Djoko tetap berharap bahwa kelancaran arus lalu lintas bisa dijaga. Selain melalui dukungan penyediaan BBM oleh Pertamina, juga karena Pemerintah membuka beberapa tol serta adanya layanan berbagai aplikasi mudik melalui smartphone. Itu sebabnya Djoko yakin, bahwa tragedi Brexit seperti dua tahun silam tidak akan terulang kembali.

Menyorot aplikasi mudi, Djoko berharap bahwa para pemudik untuk memanfaatkannya dengan optimal. Penggunaan aplikasi seperti itu, menurut Djoko sangat membantu pemudik, antara lain agar tidak terjebak kemacetan.

"Melalui aplikasi seperti itu, jika macet misalnya, pemudik bisa memilih jalur lain. Seperti non tol di Pantura atau Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS)," kata Djoko.

Begitu pula dengan dibukanya beberapa tol. Menurut Djoko, upaya Pemerintah tersebut juga sangat membantu. Terpenting, bahwa polisi harus melakukan pengaturan, terutama di hulu dan hilir.

"Kalau terlalu padat, tidak boleh masuk. Keluarnya juga sama. Apalagi sekarang ada tambahan jalur ke selatan. Kalau dulu Pejagan, sekarang tol Adiwarna Tegal juga bisa ke selatan," lanjut dia.

 


(AHL)


Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

18 hours Ago

Perlambatan ekonomi Turki sebagai akibat terjerembapnya lira, mata uang mereka, hingga lebih da…

BERITA LAINNYA