Kontrak Blok East Sepinggan Diubah Jadi Gross Split

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 05 Dec 2018 07:19 WIB
migasskema gross split
Kontrak Blok East Sepinggan Diubah Jadi <i>Gross Split</i>
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan kontrak Blok East Sepinggan di Kalimantan Timur berubah menggunakan skema gross split. Adapun operator blok tersebut, Eni setuju untuk mengubah skema dari cost recovery menjadi gross split.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan kendati berubah skema namun dipastikan tidak memengaruhi isi kontrak secara signifikan. Eni berkontrak di Blok East Sepinggan mulai 20 Juli 2012 dan akan berakhir 19 Juli 2042.

"Eni setuju mengubah dari cost recovery jadi gross split," kata Arcandra di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Desember 2018.

Arcandra mengatakan proses pengalihan berlangsung cepat di mana perusahaan asal Italia itu mengajukan dua minggu lalu dan Kementerian ESDM langsung memproses. Ada beberapa alasan Eni setuju mengubah skema kontrak di antaranya efisiensi, kepastian, dan kesederhanaan. Dengan menggunakan gross split maka waktu tender dan lain-lain akan lebih hemat.

Nantinya Eni akan mengubah dua dokumen dalam perubahan skema. Pertama amandemen kontrak Blok East Sepinggan dari cost recovery menjadi gross split. Kedua, mengubah proposal pengembangan lapangan (plan of development/PoD) Merakes yang telah disetujui sebelumnya agar konsepnya disesuaikan seperti skema yang baru.

Lapangan Merakes di Blok East Sepinggan memiliki cadangan gas sebesar 814 BCF. Proyek Merakes adalah lapangan pertama yang akan dikembangkan di blok ini dan akan beroperasi 2021. Ini berubah dari target awal yakni akhir 2019, karena perubahan PoD.

Adapun produksi Lapangan Merakes nantinya diperkirakan 155 juta kaki kubik per hari (mmscfd), dan puncaknya diperkirakan 391 mmscfd. Usia lapangan ekonomis selama sembilan tahun sejak produksi pertama kali.

Dengan memakai gross split, Eni memperoleh bagi hasil 67 persen untuk minyak dan gas 72 persen dari kumulatif bagi hasil awal (base split) dan variabel split. Dengan memakai skema ini, Eni akan meningkatkan pemakaian konten lokal pada proyek di Merakes di atas 30 persen, sementara di kontrak cost recovery, di bawah 30 persen

Arcandra menambahkan pihaknya memberikan kesempatan bagi Eni untuk menyelesaikan revisi dokumen tersebut hingga satu minggu ke depan. "Paling telat sebelum 12 Desember 2018," tutur dia.

Sebagai informasi, Blok East Sepinggan dioperatori Eni dengan hak kelola sebesar 85 persen. Sisanya sebesar 15 persen dimiliki oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina Hulu Energi (PHE).


(ABD)


Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

36 minutes Ago

Struktur organisasi dari BP Batam dipastikan tidak berubah meski figur pemimpin dalam organisas…

BERITA LAINNYA