Pertamina: Hasil Uji Coba Minyak Asal Iran Hanya Bisa Dipakai 10%

Ade Hapsari Lestarini    •    Senin, 08 May 2017 20:27 WIB
kilang minyakpertamina
Pertamina: Hasil Uji Coba Minyak Asal Iran Hanya Bisa Dipakai 10%
Ilustrasi Kilang Cilacap Pertamina. (FOTO: ANTARA/IDHAD)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan bahwa hasil uji coba minyak mentah dari Iran (Iranian Light Crude/ILC) hanya bisa digunakan sebesar 10 persen.

Demikian hal tersebut diungkapkan Direktur Pengolahan Pertamina Toharso, saat media workshop, di Hermitage Hotel, Jakarta, Senin 8 Mei 2017.

"Minyak Iran sudah diuji coba, hasilnya hanya bisa dipakai 10 persen dari Kilang Cilacap karena sulfurnya tinggi (sebesar 1,5 persen), ILC ini 10 persen dari jumlah yang diproduksi," jelas Toharso.

VP Refining Technology Direktorat Pengolahan Pertamina Budi Santoso Syarif menambahkan, Kilang Cilacap memiliki satu unit khusus untuk minyak mentah dengan sulfur tinggi, namun tetap saja harus dicampur agar tidak terjadi kerontokan.

"Sekarang dicampur pakai Arabian Light Crude (ALC). Cuma 10 persen karena gasnya terlalu banyak, kita rugi banyak. Ini hanya bisa diuji coba di Kilang Cilacap. Ini bukan berarti masalah kilang karena sudah didesain. Jadi di-blending hingga bisa memenuhi desain kilang kita, kita campur dengan ALC," jelasnya.

Baca: Hasil Terbang ke Iran, Pemerintah Sepakat Impor Elpiji di 2017

Toharso menjelaskan, ada dua jenis minyak mentah di dunia, yakni sour crude dan sweet crude. Untuk sour crude, memiliki tekstur kasar atau suhu tinggi serta sulfur tinggi lebih dari 0,2 persen ke atas.

Sementara sweet crude, lanjut dia, sudah ada sejak zaman dahulu, dengan tingkat sulfur di bawah 0,2 persen. Kilang milik Pertamina inilah yang didesain untuk sweet crude.

Oleh karena itu, apabila kilang Pertamina Pertamina diberi sour crude, maka kilang tersebut rontok karena dimakan oleh sulfur tersebut.

"Enggak cocok. Hampir semua kilang Pertamina tidak bisa menelan crude yang tinggi. Produksi Cepu hampir 160 ribuan barel sour crude, namun di-blending agar sulfurnya tidak tinggi," pungkasnya.

 


(AHL)