Usai Bertemu Ketua DPD, Dirut PLN Tegaskan Tak Ada Kenaikan Listrik

Anindya Legia Putri    •    Senin, 19 Jun 2017 18:57 WIB
berita dpd
 Usai Bertemu Ketua DPD, Dirut PLN Tegaskan Tak Ada Kenaikan Listrik
Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang. Foto: Metrotvnews.com/ Gervin Nathaniel P

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang baru saja menggelar pertemuan tertutup dengan Direktur Utama PT. PLN (Persero) Sofyan Basir, di ruang kerja Ketua DPD. Pertemuan tersebut berkaitan dengan isu kenaikan tarif dasar listri yang tengah menjadi perbincangan masyarakat.

Usai pertemuan, Direktur Utama PLN menegaskan bahwa tidak ada kenaikan dasar listrik, namun yang terjadi adalah pencabutan subsidi bagi masyarakat yang sudah dianggap layak atau mampu.

"Kan sudah diputuskan dari 2016 oleh Pemerintah dan DPR kita melaksanakan itu. Bagi yang tidak berhak mendapatkan subsidi, memang harus dicabut. Dan itu datanya sudah ada dari TNP2K, dari kantor kepresidenan, siapa saja yang berhak ya mereka yang rakyat miskin," ujar Sofyan Basir di ruang kerja Oso, Gedung DPD, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Dirut PLN pun kembali menegaskan bahwa data yang berhak mendapat subsidi  diperiksa secara keseluruhan. "Kita sama-sama lakukan penadanan data, dateng ke lokasi-lokasi melihat bentuk rumahnya, jangan sampai orang punya mobil masih dapet 900 untuk 2 meteran, 3 meteran 1 rumah. Nah rumah-rumah tersebut yang subsidinya kami cabut. Oleh karena itu mereka yang biasanya dapat subsidi 70 persen, jadi hari ini tidak lagi. Karena menurut kami dan pemerintah, tidak layak orang 'punya' menerima subisidi lebih besar dari orang miskin," tandas dia.

Karena sebelumnya, dijelaskna jika rumah yang dialiri listtik 450 watt hanya mendapat subsidi Rp 40.000 rupiah, namun yang 900 watt mendapat subsidi Rp 110.000. "Sehingga pemerintah ada kealpaan, kalau masih memberikan subsidi kepada yang layak. Di 900 watt itu ada yang masih belum layak yaitu 4,3 juta orang, dan mereka yang tetap disubsidi oleh pemerintah," ucap Sofyan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD RI menyampaikan bahwa pihaknya memberikan kepercayaan penuh kepada PLN.  "Tadi sudah dijelaskan oleh pak Sofyan terkait kebenarannya. Dari tahun 2015 sampai sekarang tarif listrik itu turun. Kalau naik, pasti harus ada dong bukti kenaikannya. Kan ada kuitansinya. Tapi kalau tidak naik dan dikatakan naik, dosa itu," kata Oso.


(ROS)