Pipa Gas Transmisi Indonesia Baru Dibangun 20%

Husen Miftahudin    •    Sabtu, 15 Oct 2016 16:16 WIB
perusahaan gas negara (pgn)
Pipa Gas Transmisi Indonesia Baru Dibangun 20%
Ilustrasi. (FOTO: MI/Usman Iskandar)

Metrotvnews.com, Bandung: Indonesia saat ini baru memiliki jaringan pipa gas transmisi sepanjang 2.625 kilometer (km). Jumlah tersebut hanya 20 persen dari total rencana induk pembangunan infrastruktur gas bumi nasional yang dikeluarkan Dewan Energi Nasional (DEN).

Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Heri Yusup mengakui, infrastruktur pipa gas transmisi yang dimiliki Indonesia membuat alokasi gas dalam rencana bauran energi melambat. Sebab dalam rencana itu, alokasi pemakaian gas bumi harus mencapai 27 persen pada 2025, bahan bakar minyak (BBM) 20 persen, batubara 30 persen, dan penggunaan energi baru terbarukan 17 persen.

"Apabila kita ingin capai tingkat pemanfaatan gas bumi 2025 itu harus ada pemanfaatan dan tambahan 15.000 km pipa gas transmisi dan 14 proyek liquidfication," ujar Heri di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (15/10/2016).

Sementara pipa gas distribusi nasional yang telah dibangun dan dioperasikan sepanjang 13.500 km. PGN menjadi perusahaan yang memiliki pipa terpanjang dengan memiliki lebih dari 7.200 km. Sementara sisanya dimiliki anak usaha PT Pertamina, Pertagas dan 63 unit trader.

Heri menambahkan, infrastruktur gas terakhir yang dibangun PGN adalah pipa gas distribusi South Sumatera-West Java (SSWJ) sepanjang 1.200 km. "Kendalanya tata kelola gas bumi ini ada di infrastukturnya," aku dia.

Maka itu, hingga 2019 PGN akan kembali membangun pipa gas sepanjang 1.680 km. Menurutnya, penambahan infrastruktur gas ini dapat meningkatkan kemampuan pemanfaatan gas bumi sebanyak 1.902 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

"Pada 2015, PGN baru menyalurkan gas bumi mencapai 1.591 juta MMSCFD. Dari penyaluran gas bumi PGN kepada pelanggan tersebut menciptakan penghematan bagi negara sebanyak Rp88,03 triliun per tahun," pungkas Heri.

Seperti diketahui, cadangan gas bumi di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar dunia dengan total sebanyak 170 trillions of standard cubic feet of gas (TSCF). Sementara produksi gas bumi Indonesia per tahunnya sebanyak 2,87 TSCF.


(AHL)