Jokowi Ingin Pembangunan Infrastruktur Listrik Papua dan Papua Barat Tercapai di 2019

Astri Novaria    •    Selasa, 18 Oct 2016 06:25 WIB
listrik
Jokowi Ingin Pembangunan Infrastruktur Listrik Papua dan Papua Barat Tercapai di 2019
Presiden Jokowi. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma.

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta agar proyek pembangunan infrastruktur listrik di Provinsi Papua dipercepat. Bukan tanpa sebab Presiden menginginkan demikian. Sampai dengan saat ini, rasio elektrifikasi di Papua baru mencapai angka 47 persen, artinya masih terdapat 53 persen penduduk Papua belum menikmati listrik.

Hal tersebut ditegaskan Presiden saat meresmikan sejumlah proyek infrastruktur kelistrikan di Papua dan Papua Barat. Sebelum menyampaikan sambutan, Presiden sempat berbicara dengan Direktur Utama PLN Sofyan Basir yang berjanji bahwa semua kecamatan di Papua dan Papua Barat akan terang benderang pada 2020.

"Saya sampaikan, saya tidak mau selesainya di 2020. Saya minta di 2019. Masa lama sekali? Disampaikan ke saya, Pak medannya di Papua ini berat. Ya saya tahu, saya kan sudah ke Wamena, Nduga, juga besok saya ke Yahukimo," ujar Presiden di Jayapura, Senin (17/10/2016).

Presiden Joko Widodo mengakui bahwa membangun infrastruktur di Tanah Papua berbeda dengan membangun di wilayah lain di Indonesia. Papua memiliki medan yang sangat sulit.

"Inilah tantangan program proyek yang ada di Papua dan Papua Barat, medannya berat. Saya tahu tapi jangan diundur-undur. Saya minta semuanya dimajukan," kata Presiden.

Presiden Jokowi menerangkan bahwa walau di daerah tersebut medannya berat, namun menurut pemantauannya pembangunan proyek tersebut masih dapat dikatakan lancar sehingga diharapkan dapat diselesaikan pada 2019.

"Kita harapkan tadi, seperti yang saya sampaikan, 2019 akan tambah kurang lebih 240 Mega Watt lagi sehingga nantinya elektrifikasi di atas 90 persen, artinya semua kecamatan sudah teraliri oleh listrik. Tapi Pak Gubernur selalu berikan back up sehingga pembangunannya terutama untuk transmisinya bisa berjalan dengan lancar," imbuhnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menyatakan bahwa pembangunan tidak hanya dilakukan di wilayah Papua, tapi juga di seluruh wilayah tanah air. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak dan untuk menggerakkan roda perekonomian wilayah setempat.

"Saya kira tidak hanya Papua di wilayah Timur (Indonesia), kita ingin memberikan perhatian wilayah Timur, Tengah, dan Barat, pada posisi kira-kira sama baik di infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan nanti di sisi pertumbuhan industri. Saya kira arahnya ke sana," tegasnya.

Untuk diketahui, dalam kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo meresmikan sekaligus enam proyek pembangunan pembangkit listrik di Papua. Keenamnya ialah Pembangkit Listrik Tenaga Air Orya Genyem 2 x 10 megawatt (mw), Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro Prafi 2 x 1,25 mw, Saluran Udara Tegangan Tinggi 70 kilo Volt Genyem-Waena-Jayapura sepanjang 174,6 kilometer sirkit, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kilo Volt Holtekamp-Jayapura sepanjang 43,4 kilometer sirkit, Gardu Induk Waena-Sentani 20 Mega Volt Ampere, dan Gardu Induk Jayapura 20 Mega Volt Ampere.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Papua Lukas Enembe dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir.


(SAW)