Kebijakan DMO Bakal Susutkan Penerimaan Negara hingga Rp8 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 12 Mar 2018 20:14 WIB
Kebijakan DMO Bakal Susutkan Penerimaan Negara hingga Rp8 Triliun
Batu bara. (ANT/Puspa Perwitasari).

Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan penerimaan negara akan berpotensi berkurang sebesar Rp8 triliun dari sektor mineral dan batu bara (minerba).

Hal itu diakibatkan adanya keputusan Kementerian ESDM terkait patokan harga batu bara kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) sebesar USD70 per ton.

Demikian disampaikan oleh ‎Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani, ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 12 Maret 2018.‎

"Kami sampaikan bahwa volume yang akan DMO sekitar 86 juta ton dari total batu bara yang menjadi basis perhitungan penerimaan negara bukan pajak (PNPB) sekitar 400 juta ton.‎ Dengan kebutuhan 86 juta ton, maka negara kehilangan potensi dari PNBP hingga Rp5 triliun," jelas Askolani.

Selain itu, ‎dia mengaku, potensi penyusutan juga akan terjadi untuk penerimaan pajak dari perusahaan batu bara di kisaran Rp2 triliun sampai Rp3 triliun.

"‎Dampak dari pada kebijakan DMO kan sampai 86 juta ton, potensi PNBP hilang Rp4 triliun-Rp5 triliun, dan pajak Rp2 triliun-Rp3 triliun," sebut dia.

Adanya kehilangan potensi, Askolani tetap optimistis, penerimaan dari sektor minerba akan tetap mencapai dari target yang telah dibidik dalam Anggaran Pendap‎atan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

‎"Dengan porsi yang 86 juta dibanding 400 juta batu bara itu, di sisi lain harganya (batu bara) cukup tinggi. Meski sedikit loss, tapi PNPB batubara tetap lebih tinggi dibanding APBN (target 2018)," tutur‎ Askolani.
(SAW)


Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

3 hours Ago

Pengalihan komando Pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam kepa…

BERITA LAINNYA