Bank Mandiri Siap Ikut Sindikasi Bantu Pembelian Divestasi Freeport

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 11 Jul 2018 08:31 WIB
bank mandirifreeport
Bank Mandiri Siap Ikut Sindikasi Bantu Pembelian Divestasi Freeport
Tambang Freeport (MI/AGUS MULYAWAN)

Jakarta: Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin pernah mengatakan ada sejumlah bank yang melakukan sindikasi untuk mendanai Inalum untuk membeli saham Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PT FI). Namun ternyata, tidak semua bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melakukan sindikasi tersebut guna membantu pembelian saham tambang emas tersebut.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI Suprajarto mengatakan sampai sekarang ini belum ada pembicaran khusus mengenai rencana sindikasi untuk membantu pembelian saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut.

"Belum ada pembicaraan ke arah sana," ucap Suprajarto, saat dihubungi Medcom.id, di Jakarta, Rabu 11 Juli 2018, seraya menambahkan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan jika terlibat dalam pendanaan itu.



Sementara itu, Direktur Kepatuhan Bank Mandiri Alexandra Wibiyoso mengiyakan bahwa Bank Mandiri akan ikut andil dalam membantu pembelian saham Freeport Indonesia. Tetapi besar persentase pendanaan belum diputuskan. Besaran itu diserahkan kepada Inalum, begitu juga dengan syarat dan ketentuan yang akan diterapkan.

"Iya, Bank Mandiri rencananya ikut (sindikasi untuk membantu pembelian saham Freeport Indonesia). Alokasinya tergantung Inalum. Belum final," ucap Alexandra, kepada Medcom.id.

Selain Bank Mandiri, kabarnya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI dan PT Bank CIMB Niaga Tbk juga akan bergabung dalam sindikasi. Namun saat dikonfirmasi ke BNI, pihak BNI belum memberi jawaban.

Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membeberkan nilai akuisisi saham Freeport Indonesia yang diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkisar antara USD3 miliar sampai USD4 miliar. Adapun nilai terakhir untuk akuisisi saham Freeport Indonesia hampir mendekati USD4 miliar.

 


(ABD)