Pertamina Tambah Zona Verifikasi Dampak Ceceran Minyak di Balikpapan

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 13 Apr 2018 20:33 WIB
pertamina
Pertamina Tambah Zona Verifikasi Dampak Ceceran Minyak di Balikpapan
Kondisi terbaru di Teluk Balikpapan. (Foto: dokumentasi Pertamina)

Jakarta: Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dan PT Pertamina (Persero) menambah zona verifikasi daerah terdampak ceceran minyak di Teluk Balikpapan.

Penambahan zona verifikasi ini merupakan hasil diskusi pembahasan grand strategy penanganan ceceran minyak di Teluk Balikpapan yang dipimpin langsung oleh Bupati PPU Yusran Aspar dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten PPU Tohar dan perwakilan Pertamina, Jumat, 13 April 2018.

Kabupaten PPU sebelumnya berada di zona verifikasi empat yang hanya melingkupi Kecamatan Penajam. Sementara tiga zona lainnya berada di wilayah Kota Balikpapan. Berdasarkan masukan dari dinas terkait, akhirnya diputuskan untuk menambah zona lima yang terdiri dari beberapa wilayah tambahan di Kecamatan Penajam dan penambahan Kecamatan Sepaku yang sebelumnya belum masuk ke daftar verifikasi.

Manager HSE Refinery Pertamina J Prihartanto menyatakan akan kembali memetakan sebaran daerah terdampak ceceran yang mungkin belum termonitor oleh pihak Pertamina. Dengan demikian, grand strategy yang dijalankan dapat langsung menyentuh seluruh wilayah terdampak di Kabupaten PPU.

"Ini merupakan wujud komitmen kami terhadap penyelesaian ceceran minyak. Dukungan pemerintah daerah menjadi hal yang penting salah satunya untuk memetakan daerah terdampak," ujar Prihartanto dalam siaran persnya, Jumat, 13 April 2018.

Baca: Pertamina Bentuk Tim Verifikasi Imbas Ceceran Minyak di Balikpapan

Prihartanto menjelaskan, grand strategy yang dicanangkan terdiri dari tiga tahapan. Pertama adalah verifikasi kondisi awal, dilanjutkan dengan strategi pembersihan dan kemudian dilakukan kembali verifikasi pascapembersihan. Dalam bertugas, tim akan menggunakan score card yang nantinya akan ditandatangani apabila telah disepakati oleh semua anggota tim. Beberapa aspek yang ditinjau adalah pengamatan secara visual, persentase kebersihan dan dilengkapi dengan kolom tindak lanjut.

Menanggapi diskusi yang dilaksanakan hari ini, Sekretaris Daerah Kabupaten PPUT Tohar menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan kepada Pertamina guna mempercepat pemulihan pasca ceceran minyak. Bahkan, pihak pemerintah Kabupaten PPU telah membentuk satuan tugas yang terdiri dari beberapa elemen terkait di antaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perikanan hingga para Lurah dari daerah terdampak.



Secara garis besar, tim yang dibentuk terdiri dari dua bidang yakni tim penanggulangan bidang perikanan yang bertugas untuk mengidentifikasi masayarakt terdampak di usaha perikanan (tambak, keramba apung, nelayan) dan tim penanggulangan bidang lingkungan yang bertugas mengidentifikasi usaha masyarakat bidang lingkungan maupun ekologi yang terdampak.

"Kejadian ini merupakan musibah. Yang penting sekarang adalah tindak lanjut penyelesaian masalah. Harapan saya tim verifikasi dari Pertamina bersama-sama dengan tim yang telah kami bentuk dapat segera terjun ke lapangan," ujar Tohar.

Di sisi lain Bupati PPU menyampaikan harapannya agar upaya Pertamina dalam menanggulangi permasalahan ini dapat dibarengi pula dengan implementasi program CSR khususnya dalam aspek peningkatan kapasitas masyarakat.


(AHL)