2019, Indonesia tak Jadi Impor Gas

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 12 Jul 2017 12:59 WIB
gas
2019, Indonesia tak Jadi Impor Gas
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja (Tengah). (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah merevisi prediksi impor gas yang akan terjadi di Indonesia pada 2019. Hal itu karena berproduksinya Lapangan Jangkrik yang dioperatori oleh Eni Muara Bakau B.V.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmaja Puja mengatakan, produksi Lapangan Jangkrik yang berada di Selat Makassar lebih maju dari rencana dan bisa dimaksimalkan. Maka, pada 2019 Indonesia tidak perlu impor gas.

"Jangkrik ini maju kan, ternyata bagus, yang tadinya didesain 400-450 MMSCFD, pas di tes bisa 600 MMSCFD jadi kemungkinan besar 2019 tidak perlu impor," kata Wirat dalam acara Gas Indonesia Summit di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu 12 Juli 2017.

Baca: Pemerintah Buka Opsi Impor Gas di 2019

Sebelumnya Wirat menjelaskan, Indonesia akan mengalami kekurangan pasokan gas pada 2019 karena kebutuhan gas meningkat. Tetapi, karena Lapangan Jangkrik berproduksi lebih cepat dan bisa maksimal dapat menutup kekurangan gas tersebut.

Terlebih, lanjut Wirat, Tangguh Train 3 diprediksi juga akan berproduksi pada 2020. Artinya pada tahun itu akan ada suplai gas yang sangat besar dari dalam negeri.

Baca: Indonesia Mulai Impor Gas di 2019

"Kan kita minusnya 2019, 2020, begitu Tangguh Train 3 masuk tidak perlu impor lagi, gitu," imbuh Wirat.

Terkait Lapangan Jangkrik yang tengah berproduksi, Deputi Pengendalian Pengadaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto menambahkan saat ini Lapangan Jangkrik sedang dites sampai produksinya 500 MMSCFD.

"Sekarang sudah di tes sampai 500 MMSCFD," ucap Djoko.

 


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

3 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA