PGN Uji Coba Gaslink untuk UMKM

Annisa ayu artanti    •    Minggu, 12 Nov 2017 21:51 WIB
perusahaan gas negara (pgn)
PGN Uji Coba Gaslink untuk UMKM
Ilustrasi pipa gas PGN. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Bogor: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia tengah melakukan uji coba pemasaran dan penyaluran produk gas bumi terbaru yakni compressed natural gas (CNG) yang diberi nama Gaslink.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo mengatakan produk CNG ini dihadirkan untuk menjangkau daerah-daerah yang belum dijangkau oleh gas pipa. Khususnya, para pelaku industri menengah, hotel, dan restoran.

Melalui CNG, paling tidak konsumen akan lebih menghemat penggunaan gas 20 persen dibandingkan dengan menggunakan gas dari tabung elpiji 12 kilogram (kg).

"Paling tidak hampir 20 persen lah," kata Dilo saat media gathering di Bogor, seperti diberitakan Minggu 12 November 2017.

Sampai saat ini, ia menyebut, perusahaan gas pelat merah tersebut sudah mencoba mengalirkan CNG ke beberapa kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Lampung, dan Batam. Jika masyarakat antusias, rencananya penetrasi CNG ini akan diperluas.

"Kita baru trial di beberapa kota, seperti di Batam, Surabaya, Jakarta, Lampung. Kita coba dulu masyarakat tertarik enggak," ucap dia.

Dilo menuturkan, PGN optimistis bahwa keberadaan CNG akan memiliki daya tarik tersendiri. Keuntungan penggunaan CNG adalah bersih, efisien dan ramah lingkungan tanpa harus menunggu pembangunan pipa gas. Serta, harganya yang lebih murah dibandingkan elpiji 12 kg.

"Harganya kompetisinya sama elpiji 12 kg. Itu elpiji 12 kg mahal, itu sudah 150 ribu dibagi 12 berarti Rp12.500 per kg. Yang CNG pasti lebih murah lah," imbuh dia.

Di sisi lain, ia menambahkan, penggunaan CNG yang menggunakan gas dalam negeri ini diyakini dapat menekan impor LPG yang selama ini dilakukan.

"Kita malah mengekspor gas. Sayang sekali gas bumi kita diekspor dengan harga murah, sementara elpiji harus diimpor dari luar negeri dengan harga yang mahal," pungkas dia.


(AHL)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA