Penjualan Listrik NTB Meningkat 5,4%

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 12 Jan 2018 17:58 WIB
listrikpln
Penjualan Listrik NTB Meningkat 5,4%
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Jakarta: PT PLN (Persero) wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat pertumbuhan penjualan listrik di Provinsi NTB meningkat 5,4 persen pada 2017. Penjualan listrik pada 2016 sebesar 1.591 GWh (Gigawatt Hour), sedangkan pada 2017 sebanyak 1.677 GWh.

General Manager PLN wilayah NTB Mukhtar mengatakan peningkatan penjualan listrik terbesar masih terjadi di sistem kelistrikan Lombok yaitu hingga 54 GWh. Lalu, sistem kelistrikan Sumbawa penggunaan listrik meningkat sebesar 19,3 GWh.

Sementara, sistem kelistrikan Bima meningkat sebesar 12,6 GWh. Total peningkatan sekitar 86 GWh.

"Naiknya penggunaan listrik ini menjadi sinyal positif bahwa ekonomi masyarakat NTB terus membaik," ujar Mukhtar dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 12 Januari 2018.

Mukhtar menjelaskan salah satu faktor yang mendukung peningkatan penjualan listrik ini adalah beroperasinya beberapa pembangkit baru, di antaranya Mobile Power Plant (MPP) Lombok dan PLTU IPP Lombok Timur dengan kapasitas masing-masing 2x25 megawatt (mw).

Selain itu, PLN juga terus melakukan perluasan jaringan untuk melistriki daerah-daerah yang belum terlistriki, contohnya Pulau Bajo yang terletak di Manggalewa, Kabupaten Dompu.

Saat ini sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu mencapai 274 mw dengan beban puncak sebesar 227 mw. Sistem kelistrikan Sumbawa memiliki daya mampu mencapai 54 mw dengan beban puncak sebesar 42 mw. Sementara untuk sistem kelistrikan Bima memiliki daya mampu mencapai 50 mw dengan beban puncak sebesar 45 mw.

 


(AHL)