Ini Dia Sentimen Penyebab Harga Nikel Naik Lagi

M Studio    •    Rabu, 15 Nov 2017 13:00 WIB
antam
Ini Dia Sentimen Penyebab Harga Nikel Naik Lagi
(Foto:Dok.Antam)

Jakarta: Nikel lagi-lagi mencatatkan tren kenaikan harga yang positif selama tahun 2017. Tercatat harga London Metal Exchange (LME) nikel dari awal tahun hingga awal November 2017, tumbuh sebesar 28 persen yang mencapai di kisaran USD12.700 per ton nikel.

Kenaikan harga ini linier dengan naiknya permintaan nikel yang diprediksi masih akan tumbuh sekitar 5 persen pada 2017. Lagi-lagi Tiongkok yang memproyeksikan peningkatan indeks manufakturnya dengan tingkat penyerapan sebesar 70 persen untuk industri baja nirkarat.

Selain diserap oleh industri stainless steel, kabar perkembangan industri mobil listrik yang akan menyerap nikel juga menunjukkan angka positif. Menurut data Bloomberg, di Tiongkok penjualan mobil tenaga listrik hingga Agustus 2017, mencapai 209 ribu unit atau meningkat sekitar 68 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 yang tercatat 124 ribu unit.

Komoditas nikel diprediksi akan terus tumbuh pada tahun-tahun mendatang. Pelaku bisnis di industri ini bakal memperoleh manfaat maksimal jika bisa merespons pasar. Meskipun demikian, Direktur Keuangan Antam Dimas Wikan Pramudhito menyatakan, kenaikan ini masih harus disikapi dengan kritis.

"Tentu akan berdampak positif bagi pertumbuhan pendapatan perusahaan, tapi harus disikapi dengan bijak. Volatilitas harga masih jadi salah satu faktor pengaruh dari pendapatan Antam. Jadi, supaya optimal biaya tunai harus ditekan," kata Dimas.

Dimas mengatakan, agar perusahaannya lebih kompetitif, maka biaya tunai ditekan serendah mungkin. Tercatat sampai dengan semester I tahun 2017, biaya tunai produksi feronikel ANTM sebesar USD3,71/lb, sedangkan harga jual rata-rata sebesar USD4,54/lb.         

Menurut Dimas, Antam telah mengambil momentum pasar melalui penjualan ekspor produk feronikel sebesar 12.816 TNi (ton nikel dalam feronikel) dan bijih nikel kadar rendah sebesar 1,9 juta wmt (wet metric ton) sampai dengan September 2017.

Dimas menambahkan, pada Oktober 2017 Perusahaannya memperoleh tambahan kuota ekspor bijih nikel kadar rendah sebesar 1,2 juta wmt sehingga total kuota ekspor nikel ANTM akan menjadi 3,9 juta wmt.

ANTM juga tengah melaksanakan konstruksi pabrik feronikel baru di Halmahera Timur, Maluku Utara dengan kapasitas 13.500 TNi per tahun yang direncanakan akan mulai berproduksi pada pertengahan 2019.

Jika pabrik Halmahera Timur selesai, ANTM bakal memiliki kapasitas produksi feronikel hingga 40 ribu TNi per tahun. Menurut data riset, dengan kapasitas pabrik nikel saat ini saja, perusahaan tersebut sudah masuk dalam jajaran 20 besar produsen nikel dunia.


(ROS)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA