Kemenkeu Masih Hitung Besaran Anggaran Kenaikan Subsidi BBM dan Listrik

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 09 Mar 2018 14:19 WIB
subsidi bbmsubsidi listrik
Kemenkeu Masih Hitung Besaran Anggaran Kenaikan Subsidi BBM dan Listrik
Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani. (FOTO: ANTARA/Rosa Angreati)

Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sedang menghitung besaran fiskal dari usulan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang meminta kenaikan subsidi energi untuk bahan bakar minyak (BBM) dan listrik.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani mengatakan pihaknya masih mengkaji besaran kenaikan alokasi subsidi disertai dengan realitas kenaikan harga minyak dunia saat ini.

"Masih akan kita hitung dulu review-nya, sebab kita masih pakai asumsi harga minyak untuk menentukan kebijakan ke depan," kata Askolani di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Maret 2018.

Namun demikian Askolani masih enggan membocorkan lebih jauh terkait rencana penyesuaian alokasi subsidi energi. Dia mengatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bakal menjelaskan lebih rinci terkait hal tersebut pada pekan depan.

"Ibu menteri akan sampaikan dalam konferensi pers khusus. Insyaallah minggu depan," jelas Askolani.

Kementerian ESDM sebelumnya berencana mengajukan penambahan subsidi ke Komisi VII DPR. Usulan tersebut menyusul keputusan pemerintah tidak menaikkan harga‎ BBM jenis solar subsidi dan penambahan jumlah pelanggan listrik golongan subsidi 450 volt ampere (va) dan 900 va.

Tahun ini alokasi subsidi solar mencapai 16 juta kiloliter (kl) dengan alokasi anggaran Rp7 triliun, atau setiap liter disubsidi Rp500. Jika subsidi solar bertambah diperkirakan menjadi Rp750 per liter hingga Rp1.000 per liter.

Adapun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, subsidi BBM dan elpiji dianggarkan Rp46,9 triliun, sementara subsidi listrik Rp47,7 triliun.

 


(AHL)