Kesiapan Storage CO2 Jadi Kendala Utama Kembangkan Blok East Natuna

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 06 Dec 2016 17:24 WIB
blok natuna
Kesiapan Storage CO2 Jadi Kendala Utama Kembangkan Blok East Natuna
Perairan Natuna. MI/Hendri Kremer Kemek.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapan storage atau wadah penampung karbon dioksida (CO2) adalah satu kendala utama saat ini yang dihadapi kontraktor dalam mengembangkan Blok East Natuna.

SVP Upstream Business Development Pertamina, Denie S Tampubolon mengatakan volume gas yang ada di blok tersebut mencapai 222 triliun cubic feet (tcf) dan 72 persen dari volume tersebut merupakan karbon dioksida. Kendala ini yang sedang dicarikan solusinya.

"Problemnya, untuk memproduksikan gas itu diperlukan tempat untuk menyipan CO2," kata Denie di Hotel Crowne, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Denie menjelaskan, volume karbon dioksida yang besar itu membuat karbon dioksida tidak bisa dibiarkan keluar bebas ke atmosfir atau disalurkan ke industri-industri yang menggunakan karbondioksida sebagai bahan bakunya. Oleh karena itu, perlu dibangun storage untuk menampung karbondioksida itu.

Sampai saat ini pun, diakuinya belum ada area yang cocok untuk menyimpan gas tersebut.

"Jadi sampai hari ini yang belum pasti adalah space area untuk menyimpan karbondioksida itu," ujar dia.

Denie menambahkan, untuk itu sangat diperlukan insentif khusus untuk membuat storage karbondioksida Blok Natuna. Hal itu ditekankannya karena storage karbondioksida ini inti dari pengembangan blok east natuna.

"Pengembangan east natuna sebenarnya ada disini, bagaimana menghandle karbon dioksida yang besar. Dalam hal ini kontraktor memerlukan tambahan insentif tersebut," tutup Denie.


(SAW)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

6 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA