Freeport Boleh Teruskan Kontrak Karya

   •    Rabu, 12 Apr 2017 10:36 WIB
freeport
Freeport Boleh Teruskan Kontrak Karya
Ilustrasi tambang Freeport. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja menerbitkan regulasi khusus yang mengakomodasi eksistensi kontrak karya (KK) dan izin usaha pertambangan khusus (IUPK). Produk hukum berupa Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2017 merupakan pengganti Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2017 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian di Dalam Negeri.

Salah satu ketentuan yang menjadi sorotan termaktub dalam Pasal 19 beleid anyar tersebut ialah perihal pemberian IUPK operasi produksi yang mencakup dua opsi. Di antaranya untuk jangka waktu sampai berakhirnya KK dan untuk jangka waktu tertentu dalam rangka penyesuaian kegiatan kelanjutan operasi. Kebijakan itu berbeda dengan beleid terdahulu, yakni perubahan status menjadi IUPK otomatis menggugurkan KK.

Baca: Munculnya Permen ESDM 28/2017 Disebut Untungkan Freeport

Meski telah menerima perubahan status menjadi IUPK, perusahaan tambang asal AS PT Freeport Indonesia (FI) ditengarai meminta jaminan keberlangsungan KK. Dengan mengingat negosiasi berjalan hingga Oktober mendatang, masih ada celah bagi PTFI kembali ke KK.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan pemerintah memang merevisi Permen 5/2017 sebagai dampak pembaruan kebijakan penghiliran mineral yang dipayungi PP Nomor 1 Tahun 2017. Dia pun menepis anggapan munculnya Permen 28/2017 seolah memberi karpet merah bagi PTFI.

Baca: Revisi Permen 5 dan Perubahan Status Freeport

"Revisi Permen 5/2017 ini untuk semua pemegang kontrak karya. Kalau dia mau ekspor, ya selain harus bangun smelter, juga harus pindah ke IUPK. Nanti dalam enam bulan kita akan cek, kalau enggak bangun smelter, ya sudah, kita kembalikan ke KK selama masa konsesinya," ujar Jonan, Selasa 11 April.

Jubir PTFI Riza Pratama menuturkan pihaknya tengah intens berunding dengan pemerintah guna mendapatkan kesepakatan jangka panjang. Selain itu, PTFI dikatakan dalam pemfinalan mendapatkan izin ekspor. "Setelah itu, kami terus berunding untuk mendapatkan kesepakatan jangka panjang," kata Riza.

Dirjen Mineral dan Batu Bara Bambang Gatot Ariyono mengungkapkan hingga kini Kementerian ESDM belum menerima permohonan rekomendasi izin ekspor baru. Sejak pintu ekspor mineral dan kosentrat ditutup Januari lalu, ekspor PTFI berhenti total. (Media Indonesia)

 


(AHL)