Pemerintah Dorong Penggunaan Kompor Listrik

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 08 Nov 2017 17:44 WIB
kementerian esdm
Pemerintah Dorong Penggunaan Kompor Listrik
Menteri ESDM Ignasius Jonan (MI/Susanto).

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah mobil dan motor listrik, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mendorong penggunaan kompor listrik.

"Kalau ini jalan, mungkin nanti PLN akan memperkenalkan adanya kompor induksi, kompor listrik," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu 8 November 2017.

Menurutnya, inovasi kompor listrik tersebut dapat mengurangi impor gas yang selama ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg).

"Banyak rumah tangga yang menggunakan tabung LPG 3kg, selalu nanya LPG-nya naik tidak harganya. Jadi ini besar sekali LPG itu dari konsumsi 6,5 juta-6,7 juta ton setahun. Itu 4,5 juta ton impor karena gas kita itu lean gas, gas kering, yang komponen C3, C4, dan C5 kecil sekali, tipis sekali, jadi tidak bisa dibikin untuk LPG," jelasnya. 

Upaya transformasi dari LPG menjadi kompor listrik ini juga bertujuan untuk menghemat biaya, Jonan menyebutkan penghematan tersebut cukup signifikan. 

"Kita berusaha untuk ganti menjadi listrik. Kalau ganti menjadi listrik itu kira-kira biayanya hanya 50-60 persen dari kalau kita menggunakan tabung LPG 3 kg. Nanti kita akan dorong," ujar dia. 

Selain itu, Jonan menambahkan, kompor listrik merupakan suatu upaya untuk mewujudkan kemandirian energi, sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN). Ia pun meminta dukungan dari banyak pihak.

"Ini sesuai Kebijakan Energi Nasional itu adanya kemandirian energi karena listriknya dihasilkan dari batubara, dari gas dalam negeri, dari air, angin, dan sebagainya. Jadi ini mohon juga didukung," tutup dia. 

Kompor induksi adalah kompor listrik yang di tengahnya terdapat piringan pengantar panas. Berdasarkan penelusuran di situs jual beli online, harga kompor listrik, konsumsi listrik dan jenis kompor listrik ini cukup bervariasi, mulai dari sekitar Rp200 ribu dengan konsumsi listrik 300 Watt hingga harga di atas satu juta rupiah tergantung dari merk, fitur/aksesoris dan juga kapasitas. 



(SAW)