PLTU Tabalong Beroperasi di 2019

Desi Angriani    •    Rabu, 08 Feb 2017 09:51 WIB
proyek pltu
PLTU Tabalong Beroperasi di 2019
Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembangkit listrik bertenaga batu bara 2x100 MW di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel) bakal beroperasi pada 2019 mendatang. Pembangunan PLTU oleh PT Tanjung Power ini sudah dilakukan sejak Juni 2006.

"Kita berusaha supaya Commercial Operation Date (COD) di 2019," kata Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk (AE) Garibaldi Thohir, dalam acara Financial Close Reception – PT Tanjung Power Indonesia di Shangrila Hotel, Jakarta, Selasa malam, 7 Februari 2017.

Saat ini, PT Tanjung Power sudah memasuki tahap financial close. Thohir mengatakan, proyek tersebut merupakan cerminan dari komitmennya dalam kesukesan program listrik 35.000 MW. "Hal ini ini menunjukkan komitmen kami untuk mengembangkan bisnis ketenagalistrikan yang sesuai kebutuhan masa depan dan menciptakan sinergi dengan bisnis batu bara kami," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini PLTU tabalong akan beroperasi sesuai jadwal yang direncanakan. Dia mengatakan, pembangunan tersebut akan memperkuat sistem ketenagalistrikan untuk pemenuhan kebutuhan di wilayah Kalimantan.

"Ini COD-nya akan tercapai sesuai dengan jadwal. karena itu untuk kebutuhan industri dan rumah tangga akan terpenuhi," ucap Darmin.

Demi mendukung pembangunan proyek serupa, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah memberikan jaminan dalam bentuk Surat Jaminan Kelayakan Usaha (SJKU). "Pemerintah menjamin kemampuan PLN untuk melakukan pembayaran kepada TPI sesuai ketentuan yang diatur di dalam PPTL," beber dia.

Adapun total investasi untuk proyek ini sekitar USD545 juta atau setara Rp7,2 triliun (asumsi kurs Rp13.300 per USD) dan Tanjung Power telah menyelesaikan dan mendapat komitmen pembiayaan sekitar USD422 juta.

Jumlah itu termasuk fasilitas kontinjensi sebesar USD13 juta dari enam bank komersial, yaitu Korea Development Bank, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd., DBS Bank Ltd., Mizuho Bank, Ltd., Sumitomo Mitsui Banking Corporation, dan The Hong Kong Shanghai Banking Corporation Limited.

Pembiayaan pada proyek ini dilakukan melalui skema project finance, di mana Korea Trade Insurance Corporation (K-Sure) memberikan jaminan komprehensif sebesar kurang lebih USD400 juta.

Proyek ini akan menjual listrik ke PLN di bawah Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPTL) yang berlaku untuk jangka waktu 25 tahun dari dan setelah Commercial Operation Date. PPTL antara Tanjung Power dan PLN telah ditandatangani pada tanggal 15 Oktober 2014. Pasokan batubara akan disediakan oleh PT Adaro Indonesia.


(ABD)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA