Setelah BBM Satu Harga, Pemerintah akan Buat LPG Satu Harga

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 24 Nov 2016 19:26 WIB
bbm satu hargalpg satu harga
Setelah BBM Satu Harga, Pemerintah akan Buat LPG Satu Harga
Ilustrasi elpiji 3 kg. (FOTO: ANTARA/Abdus)

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah ada instruksi BBM satu harga, pemerintah juga akan menerapkan LPG satu harga di seluruh Indonesia. Namun, LPG satu harga tersebut akan diterapkan untuk pembelian LPG subsidi 3 kilogram (kg) yang menggunakan kartu.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmaja Puja mengatakan saat ini LPG satu harga sedang dibahas oleh pemerintah. Ia berharap semoga bisa terlaksana secepatnya.

"Sedang dibahas. Karena dengan sistem ini berjalan, satu harga semua untuk yang mendapat subsidi," kata Wirat, dalam diskusi energi kita di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Baca: Implementasi Subsidi Tertutup Elpiji 3 Kg Dimulai di Tarakan

Wirat menjelaskan, LPG satu harga ini sejalan dengan subsidi tertutup tepat sasaran yang sedang dijalankan pemerintah saat ini. Melalui mekanisme kartu, masyarakat yang biasanya membeli LPG subsidi 3 kg dengan harga berbeda-beda di setiap warung atau toko, akan memperoleh harga LPG subsidi 3 kg yang sama sesuai dengan ditetapkan pemerintah.

"Nanti satu harga untuk masyarakat yang disubsidi. Kalau harganya Rp16.000 per tabung jadi seluruh daerah akan Rp16.000 per tabung. Tapi di kartu ini. Harus pakai kartu," jelas Wirat.

Baca: Implementasi E-Money dalam Subsidi Elpiji 3 Kg Tertutup

Dia menambahkan, masyarakat yang mendapatkan kartu tersebut merupakan masyarakat miskin dan rentan miskin sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang saat ini sedang diverifikasi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Adapun payung hukum LPG satu harga ini masih dibahas dalam kementerian. Nantinya akan ada peraturan khusus dalam bentuk Peraturan Menteri (Permen). "Regulasi khusus nanti ada permennya. Nanti juga revisi Perpres 104," pungkas Wirat.


(AHL)