Langkah Panjang Mengembalikan Freeport ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 12 Jul 2018 19:52 WIB
freeport
Langkah Panjang Mengembalikan Freeport ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Pemerintah saat melakukan penandatanganan HoA Freeport. (FOTO: MI/M Irfan)

Jakarta: Indonesia resmi memiliki mayoritas saham di PT Freeport Indonesia jika proses akuisisi divestasi saham sudah selesai. Artinya, hingga kini belum resmi atau sah Freeport Indonesia jatuh ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Hal itu dikatakan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno. Ia menegaskan hari ini baru sebatas penandatanganan Head of Agreement (HOA), sementara proses pembelian saham yang menandakan Freeport Indonesia dikuasai negara belum terjadi.

"Belum, ini baru HoA," kata Rini, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Untuk membuat Freeport kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi masih harus membentuk perusahaan patungan (joint venture) agreement antara PT Inalum (Persero) dengan pemerintah daerah. Lalu penggodokan struktur organisasi yang baru antara perusahaan patungan dengan pihak Freeport McMoran.

"Struktur transaksi dan harga sudah di-lock. Tinggal proses finalisasi tentang joint venture agreement. Karena Freeport Indonesia jadi 51 persen, 49 persen Freeport McMoran. Nah ini joint venture kita finalkan, baru kita bayar," beber Rini.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menargetkan proses akusisi saham ini dapat dilakukan paling lama 60 hari ke depan.

Pemerintah meminta Inalum dapat menyelesaikannya dalam waktu 30 hari, namun Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin meminta keringanan hingga 60 hari mendatang.

"Ada 60 hari, kita maunya 30 hari dari hari ini. Dikasih Pak Budi waktu 60 hari maksimal. Tapi kita mau lebih cepat," kata Fajar.

Mengenai pendanaan, Fajar menambahkan diutamakan melalui ekuitas perusahaan namun jika kurang akan melalui pinjaman. Sementara ini ada 11 perbankan yang sudah siap melakukan sindikasi.

"Ini dengan 11 bank cukup sementara. Komitmen 11 bank secure, kalau tidak aman bagaimana mau 30 hari," imbuh Fajar.

 


(AHL)


Kemenkeu Masih Tunggu Proposal Baru Investor Merpati

Kemenkeu Masih Tunggu Proposal Baru Investor Merpati

42 minutes Ago

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menunggu proposal baru dari calon investor yang akan meny…

BERITA LAINNYA