Proyek Jambaran Tiung Biru Bakal Mulai Aliri Gas di 2021

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 09 Nov 2018 21:07 WIB
pertamina ep
Proyek Jambaran Tiung Biru Bakal Mulai Aliri Gas di 2021
Dirut Pertamina EP Cepu Jamsaton Nababan. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya)

Jakarta: Proyek unitisasi lapangan gas Jambaran Tiung Biru ditargetkan beroperasi pada 2021. Proyek tersebut ditargetkan memproduksi gas bumi sebesar 192 mmscfd.

Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu Jamsaton Nababan mengatakan target awal produksi sebesar 172 mmscfd. Namun terdapat penambahan 20 mmscfd sehingga menjadi 192 mmscfd.

"Target proyek ini kuartal II-2021 (sekitar Juli) harus sudah alirkan gasnya," kata Jamsaton di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, 9 November 2018.

Sejatinya produksi lapangan unitilisasi tersebut lebih besar namun sebanyak 35 persennya berupa karbondioksida (CO2). Sehingga untuk gasnya sekitar 192 mmscfd.

Nantinya proyek tersebut akan dialokasikan atau dijual 100 mmscfd ke PT PLN (Persero). Kemudian 72 mmscfd ke industri-industri yang ada di Jawa Timur. Sementara tambahan 20 mmscfd masih menunggu jika ada buyers yang berminat.

Harga gas di kepala sumur sebesar USD6,7 MMBTU. Sementara yang sudah dialirili lewat pipa dihargai USD7,6 per MMBTU. Artinya PLN mesti membayar USD7,6 per MMBTU.

Jamsaton mengatakan adapun pipa yang digunakan untuk mengalirkan ke PLN menggunakan pipa yang dibangun Pertagas yakni untuk jalur Semarang Gresik. Sementara jarak dari lapangan Jambaran Tiung Biru ke pipa Pertagas kurang lebih 12 km.

"Nanti menggunakan pipa Pertagas tinggal dibelokkan saja. Kita harapkan mudah-mudahan akhir tahun ini pipa Pertagas sudah kelar (pembangunannya)," jelas dia.

Adapun total investasi untuk proyek ini mencapai USD1,547 miliar di mana USD948 juta digunakan untuk pembangunan fasilitas penyaluran gas (gas processing facilities).


(AHL)