Pertamina Gelontorkan Rp63 Triliun untuk Belanja Modal 2019

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 05 Feb 2019 08:44 WIB
pertamina
Pertamina Gelontorkan Rp63 Triliun untuk Belanja Modal 2019
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Jakarta: PT Pertamina (Persero) menggelontorkan anggaran sebesar USD4,2 miliar atau setara dengan Rp63 triliun yang diperuntukkan sebagai belanja modal atau capital expenditure di sepanjang 2019. Adapun belanja modal tersebut merupakan gabungan dari belanja modal induk usaha dengan anak usaha Pertamina.

"Kan ada juga yang kerja sama. Jadi belanja modal ada yang kita sendiri dan ada yang kerja sama dengan anak perusahaan dan sebagainya," kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 4 Februari 2019.

Dia menjelaskan angaran tersebut mayoritasnya berasal dari ekuitas perusahaan. Mantan Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN ini menambahkan dari anggaran tersebut 60 persennya dialokasikan untuk kegiatan hulu migas perseroan.

"Porsi hulunya 60 persen itu kebanyakan untuk melakukan drilling guna meningkatkan produksi," tutur dia.

Sebelumnya Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan perseroan siap menggelontorkan investasi sebesar USD2,5 miliar atau sekitar Rp35,5 triliun untuk sektor hulu di 2019. Investasi itu meliputi minyak dan gas (migas) serta geothermal.

Jumlah tersebut turun dibandingkan dengan target investasi di tahun lalu sebesar USD3,1 miliar. Namun dalam realisasinya pada 2018 investasi hulu yang terserap sebesar USD2,9 miliar. Dharmawan menjelaskan kondisi itu terjadi lantaran bukan adanya penurunan, namun karena terjadi efisiensi biaya dari semua aktivitas yang telah ditargetkan dari awal.

"Jangan melihat penurunan investasi tapi bisa jadi ada efisiensi, jadi bisa diturunkan," tutur Dharmawan.

Investasi itu, lanjutnya, salah satunya untuk Proyek Jimbaran Tiung Biru yang biaya investasinya bisa dihemat dari USD2,4 miliar menjadi USD1,5 miliar. Dharmawan mengatakan seumpama proyek tersebut tetap menyerap investasi di awal maka dinilai tidak akan ekonomis.

Selain itu, investasi di tahun ini nantinya digunakan untuk pengeboran. Pada 2019, kata Dharmawan, akan ada 140 sumur yang dibor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 sumur oleh Pertamina Hulu Mahakam dan sisanya oleh Pertamina Hulu Sanga-Sanga.

"Sebanyak 100 sumur per tahun artinya setiap tiga hari mengebor sumur baru. Kita mampu InsyaAllah," pungkas dia.


(ABD)