Perlu Peta Jalan Penggunaan Energi Nuklir

   •    Jumat, 07 Sep 2018 10:44 WIB
nuklir
Perlu Peta Jalan Penggunaan Energi Nuklir
Ilustrasi salah satu pembangkit nuklir di Prancis. (FOTO: AFP)

Moskow: Pemanfaatan nuklir telah banyak dilakukan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Misalnya saja di bidang kedokteran dan pertanian.

Namun, pemanfaatan nuklir di sektor tenaga kelistrikan masih dianggap hal baru dan menakutkan karena berbagai kejadian yang menimpa pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di beberapa negara.

Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis mengatakan perlu ada peta jalan (road map) pemanfaatan energi nuklir di Indonesia.

"Jangankan di masyarakat umum, para ahli nuklir pun masih belum tentu sama pendapatnya. Jadi perlu ada road map sampai kapan batu bara digunakan dan kapan nuklir ini mulai digunakan," ujarnya di Moskow, Rusia, Kamis, 6 September 2018.


Ia melihat bahwa pemanfaatan energi nuklir untuk listrik dapat masuk kelompok penggunaan energi baru dan terbarukan yang sedang dijalankan pemerintah.

Sebagai informasi, saat ini pemanfaatan tenaga nuklir masih berada dalam urutan terakhir dalam kebijakan energi nasional. Akan tetapi, belum ada keterangan lebih lanjut kapan pemanfaatannya dilaksanakan.

Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono juga sependapat bahwa penyiapan road map mutlak diperlukan. Dengan demikian, tahapannya akan lebih jelas.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan isu terkait dengan pemanfaatan nuklir untuk listrik tidak hanya melulu soal teknologi. Masih banyak aspek lain yang perlu diperhatikan, seperti soal harga, pembiayaan, dan penerimaan masyarakat.

"Kalau soal teknologi pasti sudah lebih baik dan aman. Tapi masih perlu dipertimbangkan dari sisi biaya, sumber daya, dan keberlanjutannya. Apalagi saat ini di beberapa negara telah ada juga yang membatalkan rencana pembangunan PLTN," ujar Fabby.

Dalam kunjungan ke National Research Nuclear University Moscow (Mephi) terungkap bahwa penggunaan nuklir dalam kehidupan sehari-hari makin terus dikembangkan. Banyak pihak tidak menyadari manfaat besar penggunaan dari teknologi nuklir dan takut menggunakannya karena masih mengasosiakan nuklir sebagai bahan berbahaya. Padahal pemanfaatan nuklir untuk tujuan kemanusiaan telah banyak dilakukan.

Wakil Rektor Mephi Tatiana Leonova mengatakan pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan universitas di Indonesia demi penyiapan sumber daya manusia dalam mengelola teknologi nuklir. (Media Indonesia)

 


(AHL)