Rumah Sederhana dan Ponpes Diminta Diprioritaskan dalam Distribusi Jargas

Syaikhul Hadi    •    Senin, 14 Aug 2017 07:03 WIB
gasjaringan gas bumi
Rumah Sederhana dan Ponpes Diminta Diprioritaskan dalam Distribusi Jargas
Menteri ESDM Ignasius Jonan (Foto: MTVN/Syaikhul Hadi)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta kepada Bupati Sidoarjo untuk memprioritaskan kalangan masyarakat bawah dan pondok pesantren dalam pendistribusian jaringan gas kota. Dari 12 ribu sambungan rumah tangga (SR) di Sidoarjo, kini yang sudah dimanfaatkan masyarakat mencapai 9 ribu SR.

Hal itu disampaikan Jonan saat mengunjungi lokasi proyek jaringan gas kota kementerian ESDM yang telah dimanfaatkan warga di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, desa Putat, Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo, Minggu 13 Agustus 2017.

"Ternyata jargas tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk rumah tangga, melainkan untuk memasak makanan santri di pondok pesantren. Dan mungkin ini satu-satunya ponpes yang memanfaatkan jargas," ungkap Jonan.

Sejatinya, di Kabupaten Sidoarjo sudah terbangun sekitar 10.350 sambungan rumah tangga yang dibangun menggunakan APBN 2010, 2011, 2012 dan 2014. Jargas itu kemudian dikelola langsung oleh Pertamina. "Tujuan saya datang kemari ingin melihat langsung. Apakah berjalan atau tidak. Ternyata sudah 9 ribuan yang sudah berjalan. Ini bagus sekali," tambah Jonan.

Sementara itu, suplai gas diperoleh dari PT Lapindo Brantas Inc dengan total alokasi sebesar 0,4 MMSCFD. Kehadiran jargas ini sangat memudahkan. Masyarakat dalam beraktifitas khususnya untuk urusan dapur.

"Selain hemat, praktis, dan aman, suplai gas mengalir selama 24 jam. Jadi tidak perlu repot-repot lagi gotong LPG. Dan ini lebih efisien dibandingkan LPG tiga kg," jelasnya.

Pihaknya menyarankan jika mau ada penambahan SR maka secepatnya diusulkan ke kementerian ESDM. Karena sumur gas bertempat di Sidoarjo maka pihaknya menyarankan agar pendistribusian jargas lebih diprioritaskan kepada rumah sederhana dan pondok pesantren.

"Silakan usulkan. Tambahannya berapa, dan tempatnya di mana saja. Kalau bisa sasarannya rumah sederhana dan ponpes. Itu harus diprioritaskan," tegas Jonan.

Sedangkan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah menyambut baik apa yang disampaikan Menteri ESDM. Pihaknya berencana mengajukan Jargas kurang lebih sekitar 10 ribu SR. "Tinggal beberapa yang belum dialirkan. Insya Allah secepatnya. Dan dalam waktu dekat nanti kami juga usulkan ke Pak Menteri sekitar 10 ribu lagi SR," singkat Saiful Ilah.

Proyek pembangunan jaringan gas kota dilakukan oleh Kementerian ESDM setiap tahunnya untuk mendorong rumah tangga dan pelanggan kecil agar bisa memanfaatkan gas alam sebagai bentuk diversifikasi energi. Pada 2017, Kementerian ESDM menargetkan pembanguann jaringan gas kota sebanyak 59.809 SR di 10 kota.

Sebelumnya, Menteri ESDM juga meninjau Pembangunan Jargas di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Yang mana dalam pembangunannya, proyek tersebut bersumber dari APBN 2017 sebesar Rp37,8 miliar.


(ABD)