Tekan Harga Gas, Pemerintah Efisiensi Biaya di Hulu

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 18 Oct 2016 11:59 WIB
gas
Tekan Harga Gas, Pemerintah Efisiensi Biaya di Hulu
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah terus berupaya menekan harga gas untuk kebutuhan industri. Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman menegaskan bakal mencoba untuk menekan harga gas sesuai arahan Presiden Joko Widodo yaitu di bawah USD6 per MMBTU.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan jika dibandingkan dengan negara lain harga gas Indonesia tidak terlalu jelek. Selain itu penerapan harga yang berbeda disebabkan perbedaan kebijakan di negara masing-masing.

"Kalau kita bandingkan, Malaysia kenapa lebih murah, ternyata disubsidi. Di hulu bagian pemerintah tidak diambil. Kita lagi pikirkan untuk bagian mana akan kita lakukan itu," kata Luhut di kantornya, Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2016).

Baca: Revisi dan Pengaturan Margin Dilakukan untuk Turunkan Harga Gas

Dirinya menambahkan, dengan mengurangi biaya untuk hulu maka harga gas di end user bisa lebih murah. Untuk itu, pemerintah perlu menyisir biaya apa saja yang bisa dikurangi guna menekan biaya di hulu.

"Kita coba efisienkan di hulu, cost di hulu coba di-breakdown apa item yang bisa dikurangi. Selama ini enggak ada itu karena per daerah itu berbeda. Kesulitan tempatnya berbeda. Antara yang deepwater beda dengan onshore atau lainnya," jelas dia.




Selain itu, pemerintah juga akan berupaya menekan biaya distribusi gas. Sebab selama ini distribusi menjadi penyumbang terbesar harga gas, sehingga jika mampu diiefisiensikan maka harga gas seperti yang diinginkan bisa tercapai.

"Distribusi juga kita enggak mau lagi ada orang enggak punya gas tapi punya pipa, atau punya gas tapi enggak punya pipanya. Makanya kita akan satukan itu Pertagas dengan PGN sehingga harga gas bisa berkisar USD6 hingga USD7 (per MMBTU)," pungkasnya.


(AHL)