Kurang LPG, Pemerintah Jajaki Energi Alternatif

   •    Minggu, 20 Nov 2016 10:52 WIB
impor lpg
Kurang LPG, Pemerintah Jajaki Energi Alternatif
Illustrasi (Antara Foto Oky Ananta).jpg.

Metrotvnews.com, Nunukan: Pemerintah sedang menjajaki kemungkinan pemakaian energi alternatif yakni dimethylether (DME) untuk mengurangi penggunaan LPG yang semakin meningkat.

Wakil Gubernur Kaltara Udin Hianggio menyatakan DME sebagai bahan bakar subtitusi LPG untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat. 

"DME yang menjadi energi alternatif memiliki karakteristik sama dengan LPG dimana bahan bakunya berasal dari batubara, gas alam, biomassa dan minyak berat," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/11/2016). 

DME ini dapat diaplikasikan pada sektor transportasi, rumah tangga, power generation dan bahan baku industri kimia yang tentunya sangat bermanfaat bagi pembangunan bangsa pada sektor energi.

Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Purba menjelaskan pemerintah daerah diharapkan dapat membantu pemerintah mempersiapkan kebijakan sektor energi.

Saat ini, sebut dia, masyarakat Indonesia mengonsumsi LPG sebesar 13 persen atau 6,5 juta metrik ton dari jumlah ini sekitar 4,3 juta metrik ton diperoleh melalui impor.

"Dengan melihat besarnya impor LPG yang dilakukan selama ini tentunya besaran dana subsidi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat sangat besar. Makanya dengan pemakaian energi alternatif DME dapat mengurangi subsidi," ujar dia.

Namun dia menilai, pemakaian DME ini menjadi tantangan yang harus dihadapi untuk membangun kesadaran masyarakat menggunakan sumber energi ini ditambah berkaitan dengan teknologi dan biaya yang digunakan dalam pengolahannya.





(SAW)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

7 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA