Presiden akan Meresmikan PLTG 500 MW di Mempawah

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 18 Mar 2017 11:26 WIB
pembangkit listrik
Presiden akan Meresmikan PLTG 500 MW di Mempawah
Presiden Joko Widodo meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Aruk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (17/3/2017). Foto: MI/Aries Munandar

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo akan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Mobile Power Plant (MPP) 500 MW di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu 18 Maret 2017. PLTG tersebut tersebar di delapan lokasi.

PLTG yang dimaksud antara lain: 
1. MPP Jeranjang-Lombok dengan daya (2x 25 MW) beroperasi sejak 27 Juli 2016; 
2. MPP Air Anyir–Bangka dengan daya (2x 25MW) beroperasi 13 September 2016; 
3. MPP Tarahan–Lampung (4x 25MW) beroperasi 29 September 2016;
4. MPP Nias (1x 25 MW) mulai beroperasi 31 Oktober 2016; 
5. MPP Pontianak (4x 25 MW) beroperasi 8 November 2016; 
6. MPP Balai Pungut–Riau (75 MW) beroperasi 13 November 2016; 
7. MPP Suge–Belitung (1 x 25 MW ( Roll Suge) beroperasi 22 November 2016; dan 
8. MPP Paya Pasir Medan (75 MW)(Roll Paya Pasir) beroperasi 9 Desember 2016.

Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, sebelum meresmikan PLTG, Presiden bersama Ibu Negara menyerahkan secara simbolis Kartu Indonesia Pintar (KIP), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

Kartu-kartu 'sakti' itu diberikan kepada warga Desa Sungai Kunyit, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Sore hari, Presiden dan Ibu Negara bersama rombongan akan kembali ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan RJ-85 melalui Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Dalam kunjungan kerja ketiga ini, Presiden dan Ibu Negara didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis.

 


(UWA)