PLN Disjaya Pastikan Pasokan Listrik Asian Games Aman

Husen Miftahudin    •    Jumat, 12 Jan 2018 15:00 WIB
asian gamesplnasian games 2018
PLN Disjaya Pastikan Pasokan Listrik Asian Games Aman
Stadion Gelora Bung Karno yang sudah direnovasi. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)

Jakarta: PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) memastikan pasokan listrik selama gelaran Asian Games 2018 aman. Meski PLN Disjaya tengah fokus mengerjakan boring dan penanaman kabel bawah tanah, namun hal tersebut tak akan mengganggu pasokan listrik ke venue-venue Asian Games di Jakarta.

General Manajer PLN Disjaya M Ikhsan Asaad mengatakan bahwa pihaknya mengadakan Peralatan Kerja Lapangan untuk Pemeliharaan dan Boring. Kegiatan yang dilakukan di Jalan Raya Cilandak KKO, Pasar Minggu, Jakarta Selatan itu merupakan komitmen PLN Disjaya untuk menyukseskan jalannya Asian Games 2018.

"Kami siap dan full suport untuk kehandalan pasokan energi listrik Asian Games. PLN Disjaya juga mengajak insan-insan ketenagalistrikan untuk berperan aktif mendukung perhelatan olahraga terbesar Asia yang belum tentu 50 tahun ke depan Indonesia dipilih menjadi tuan rumahnya," ujar Ikhsan dalam keterangannya, Jakarta, Jumat, 12 Januari 2018.

Pekerjaan boring dan penanaman kabel bawah tanah menggunakan mesin boring horisontal direct drilliing (HDD). Mesin ini merupakan mesin boring bawah tanah secara horizontal yang dapat dikendalikan untuk penanaman pipa high density polyethylene (HDPE) sebagai saluran kabel XLPE.

Penggunaan mesin HDD untuk memudahkan penanaman kabel tegangan menengah dan mempermudah proses penarikan kabel dari satu titik ke titik lainnya. Sedangkan pipa HDPE merupakan pipa elastis, lentur, kuat terhadap tekanan, mengikuti pergerakan tanah yang digunakan sebagai jalur masuknya kabel dan melindungi kabel XLPE dari tekanan tanah.

"Dengan begitu pasokan listrik selalu terjaga dengan handal karena mesin HDD mampu mengebor hingga jarak 300 meter tanpa merusak fasilitas di atasnya," tutur Ikhsan.

Menurut Ikhsan, penanaman kabel untuk menjaga estetika ibu kota. Selain itu, juga komitmen PLN Disjaya dalam mendukung gerakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewujudkan konsep smart city.

PLN Disjaya sendiri menginvestasikan biaya sebanyak Rp250 miliar dengan pekerjaan boring jaringan sepanjang 200 kilometer sirkit (kms).

"Kegiatan gelar peralatan kerja lapangan pemeliharaan dan boring ini diikuti oleh tujuh vendor HDD lengkap dengan aksesorisnya. Vendornya dari berbagai spesialisasi, yaitu penyedia jasa konstruksi untuk pekerjaan boring dan penarikan kabel tegangan menengah," tutup Ikhsan.

 


(AHL)