Kalla Yakin Penggolongan Listrik tak Membebani Masyarakat

Dheri Agriesta    •    Rabu, 15 Nov 2017 19:45 WIB
tarif listrik
Kalla Yakin Penggolongan Listrik tak Membebani Masyarakat
Wapres Jusuf Kalla. ANT/Basri Marzuki.

Tangerang Selatan: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan penggolongan listrik bertujuan memudahkan masyarakat dalam memilih tipe atau golongan yang akan digunakan. Kebijakan serupa pernah diterapkan pemerintah.

"Dulu berapa macam? Ada 16 atau berapa itu, sekarang sudah lebih simpel lagi, tujuannya untuk menyederhanakan sistem," kata Kalla di Kawasan Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu, 15 November 2017.

Kalla yakin, penggolongan listrik tak akan membebani masayarakat. Kata dia, biaya yang akan dikeluarkan masyarakat sesuai dengan listrik yang mereka gunakan setiap hari.

"Kalau membebani, kalau terus pake AC-nya walaupun tidak ada di kamar AC jalan terus ya pasti beban. Jadi jangan lihat sistemnya," kata Kalla.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (persero) mengungkapkan bahwa rencana penyederhanaan kelas golongan pelanggan nonsubsidi sesuai dengan permintaan dari masyarakat. Langkah ini diharapkan memberi kenyamanan dan nantinya memberi efek positif terhadap kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menuturkan, banyak laporan dari karyawan PLN di lapangan dan anggota DPR yang menyatakan bahwa masyarakat menginginkan penambahan daya listrik. Namun karena keterbatasan dana mereka tidak menambah daya listrik tersebut.

Biaya penambahan daya listrik berkisar antara Rp800 ribu sampai Rp4 juta. Oleh karena itu, muncul ide dari PLN untuk menyederhanakan golongan pelanggan nonsubsidi dengan menaikkan daya pelanggan 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.500 VA menjadi 4.400 VA.

"Banyak menurut anak-anak di bawah di lapangan, masyarakat tidak menambah daya listrik itu karena biayanya kemahalan," ungkap Sofyan, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin 13 November 2017.


(SAW)