Pemkot Ternate Sesalkan Ketidakseriusan Investor PLTS

   •    Minggu, 04 Mar 2018 15:00 WIB
plts
Pemkot Ternate Sesalkan Ketidakseriusan Investor PLTS
Petugas memeriksa panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) (ANT/Yudhi Mahatma).

Ternate: Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara menyesalkan sikap investor asal Swedia yang tadinya berniat akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) karena tidak menunjukan keseriusan untuk merealisasikan investasinya.

"Investor tersebut ketika datang ke Ternatepada beberapa waktu lalu begitu antusias untuk membangun PLTS berkapasitas 20 MW dan meminta Pemkot untuk menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan," kata Kepala Dinas Perumahan Pertanahan dan Permukiman (Disperkim) setempat, Rizal Marsaoly di Ternate dikutip dari Antara, Minggu, 4 Maret 2018.

Salah satu permintaan kepada Pemkot Ternate adalah menyediakan lahan seluas 20 hektare (ha) di wilayah Ternate Barat untuk lokasi pembangunan PLTS dan lahan itu langsung disiapkan untuk kebutuhan investasi tersebut.

Namun, menurut dia, setelah semua yang dibutuhkan investor sudah disiapkan Pemkot Ternate dan mengirimkan datanya kepada mereka, ternyata tidak ada respons yang baik, bahkan ketika ditelepon pun tidak ditanggapi.

Pemkot Ternate sudah berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada investor yang berminat menanamkan modal di daerah ini, tetapi kalau ternyata mereka tidak serius, seperti yang ditunjukan investor asal Swedia tersebut maka tidak mau berkompromi maupun memberi peluang kalau suatu saat datang lagi.

Ia mengatakan, walaupun investor asal Swedia tersebut batal membangun PLTS di Ternate, tidak menjadi masalah karena kebutuhan energi listrik yang disiapkan PLN setempat sudah cukup memadai.

Penyediaan listrik di Ternate yang dipasok dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Ternate yang terintergrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tidore, kini kapasitasnya sudah diatas kebutuhan masyarakat, sehingga dalam beberapa tahun kedepan dipastikan tidak akan mengalami krisis listrik.

Sebelumnya kalangan DPRD Kota Ternate menyarankan kepada Pemkot Ternate, agar selektif ketika menerima investor yang menyatakan minat menanamkan modal di daerah ini, karena tidak tertutup kemungkinan mereka itu sebenarnya tidak memiliki modal sama sekali.



(SAW)