Area Perkotaan Serap 60% Total Konsumsi Energi Global

Ekawan Raharja    •    Kamis, 08 Mar 2018 13:33 WIB
energishell
Area Perkotaan Serap 60% Total Konsumsi Energi Global
Suasana diskusi ?mengenai area perkotaan yang menyrap 60% total konsumsi energi global. (FOTO: Medcom.id/Ekawan)

Singapura: Sektor energi memenang peranan penting untuk menggerakkan roda perekonomian. Sejalan dengan itu, area perkotaan disebut sebagai pengonsumsi energi terbanyak.

Vice President City Solutions-New Energies and Chairman Shell Singapore Goh Swee Chen mengklaim tingkat konsumsi energi di perkotaan mencapai 60 persen dari total konsumsi energi global.

"Angka ini diprediksi akan meningkat sebesar 80 persen di 2040. Berbagai perubahan mendasar perlu diciptakan di sektor ekonomi global, terutama di sektor kelistrikan, transportasi, bangunan, dan industri yang menghasilkan emisi karbondioksida secara signifikan," ucap Goh Swee Chen di Changi Exhibtion Center Singapura, Kamis, 8 Maret 2018.

Pandangannya tidak terlepas dari prediksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memperkirakan akan terjadi lonjakan populasi di perkotaan dunia sebesar 2,5 miliar pada 2050. Bahkan 90 persen lonjakan tersebut bakal terjadi di kawasan Asia dan Afrika. Sementara itu pasokan energi di kawasan Asia Pasifik yang berkembang pesat diprediksi akan meningkat 60 persen pada 2035.

Melihat kondisi tersebut, Shell akhirnya membuat forum Powering Progress Together 2018. Di sini mereka mengumpulkan para pakar energi, pembuat kebijakan, pimpinan perusahaan, pelajar, hingga investor untuk membahas solusi tantangan energi di masa depan.

"Sebagai negara dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar, Indonesia bisa menjadi salah satu pelopor dalam inovasi teknologi terkait transisi energi menuju sumber energi terbarukan untuk menjawab tantangan masa depan," ungkap Country Chairman & President Director PT Shell Indonesia Darwin Silalahi.

"Tetapi yang tidak kalah penting adalah pilihan strategi dan kebijakan yang didasari oleh pemahaman menyeluruh kebutuhan pelanggan atau masyarakat secara umum," tutupnya.


(AHL)