Indonesia Harus Miliki 51% Saham Freeport

   •    Rabu, 10 Jan 2018 10:06 WIB
freeport
Indonesia Harus Miliki 51% Saham Freeport
Ilustrasi tambang Freeport. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Pulau Rote: Dari salah satu titik terluar Indonesia di bagian selatan, Presiden Joko Widodo menegaskan Indonesia harus memiliki saham yang lebih besar di PT Freeport Indonesia.

"Sudah tiga tahun kita negosiasi, alot banget. Enggak apa-apa alot, yang penting jangan kalah," kata Jokowi saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) 2018 di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jokowi bersama Ibu Iriana Joko Widodo dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya berkunjung ke Pulau Rote di selatan Kupang, Senin petang hingga kemarin.

Menurut Jokowi, selama puluhan tahun, Indonesia hanya diberi saham 9,3 persen dari Freeport. Hal itu tidak boleh berlanjut lagi. "Saya sudah perintahkan minimal 51 persen, minimal," tegasnya.

Pada Agustus 2017, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, serta CEO Freeport McMoran Richard Adkerson sepakat melakukan divestasi 51 persen saham untuk kepemilikan nasional. Namun, detail kesepakatan masih terus dinegosiasikan antara pemerintah dan Freeport.

Pemerintah telah menyiapkan PT Inalum sebagai holding BUMN pertambangan untuk menyerap 41,64 persen sisa saham Freeport Indonesia yang harus didivestasikan. Saat ini sebesar 9,36 persen saham Freeport sudah ditempatkan pemerintah di Inalum.

Perkembangan terakhir ialah kemungkinan pemerintah memiliki saham Freeport melalui pembelian 40 persen participating interest (PI) milik Rio Tinto yang bisa dikonversi jadi saham pada 2022.

Blok Mahakam

Jokowi juga memaparkan keberhasilan Indonesia untuk mengelola sumber daya alam sendiri.

Presiden menceritakan tentang Blok Mahakam yang sudah 100 persen milik Indonesia. Selama 50 tahun Blok Mahakam dikelola perusahaan asing yakni PT Total E&P Indonesie (TEPI) dan Inpex Corporation. Saat ini Blok Mahakam resmi dikelola Indonesia melalui Pertamina Hulu Mahakam yang merupakan cucu PT Pertamina.

"Saya serahkan kepada Pertamina. Dulu kita satu persen saja enggak punya saham di situ (Blok Mahakam). Sekarang 100 persen. Ini diberikan ke Pertamina," tandas Jokowi. (Media Indonesia)


(AHL)


Delegasi IMF Kembali Kunjungi Ikon Kota Denpasar

Delegasi IMF Kembali Kunjungi Ikon Kota Denpasar

18 hours Ago

Mereka mengapresiasi inovasi dan community based yang sukses terbentuk di Tukad Bindu, ya…

BERITA LAINNYA