Pertamina Tepis Isu Pengurangan Pasokan Elpiji Bersubsidi

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 08 Dec 2017 12:43 WIB
pertaminaelpiji 3 kg
Pertamina Tepis Isu Pengurangan Pasokan Elpiji Bersubsidi
Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar (tengah). (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Jakarta: PT Pertamina (Persero) menepis isu yang menyebutkan jika terjadi pengurangan pasokan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg). Hingga saat ini pasokan serta produksi Pertamina untuk elpiji 3 kg tetap sama dan tidak ada pengurangan sama sekali.

Data Pertamina menyebutkan, rata-rata penyaluran setiap harinya sebesar 24 ribu metrik ton (MT). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertengahan tahun pada Juni-Juli yang biasanya berkisar 20,2 hingga 20,3 MT per hari.

"Jadi tidak benar ada isu pengurangan. Ini dari rata-rata Juli sampai November, rencana Desember kita tingkatkan 21 ribu MT," kata Direktur Pemasaran Pertamina, Muchamad Iskandar di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Desember 2017.

Dirinya memastikan stok yang dimiliki Pertamina tetap akan mencukupi kebutuhan masyarakat. Untuk itu masyarakat diminta tidak khawatir karena ketersediaan elpiji 3 kg tetap aman.

"Pertamina tetap menjamin ketersediaan elpiji 3 kg ke masyarakat karena ini konsekuensi penugasan, masyarakat tidak perlu khawatir berapa pun kebutuhan masyarakat akan kita penuhi sehingga tidak perlu merasa khawatir jika ada terjadi kekurangan," jelas dia.

Demi mencegah terjadinya kelangkaan, Pertamina bergerak cepat dengan melakukan operasi pasar. Namun tak jarang operasi pasar tidak menunjukan adanya kelangkaan, meski operasi pasar di beberapa daerah selalu habis.

Hingga akhir November 2017, realisasi penyaluran elpiji 3 kg bersubsidi mencapai 5,750 juta MT, atau 93 persen dari kuota yang ditetapkan pada APBN-P 2017 sebesar 6,199 juta MT. Sampai akhir Desember, realisasinya diperkirakan melebihi kuota sekitar 1,6 persen di atas kuota APBN-P 2017 tersebut.

 


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA