Apindo Sarankan Harga BBM Naik untuk Tekan CAD

Nia Deviyana    •    Rabu, 05 Dec 2018 20:38 WIB
defisit transaksi berjalanharga bbm
Apindo Sarankan Harga BBM Naik untuk Tekan CAD
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)

Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) bisa turun di kisaran 2,5 persen, asalkan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Proyeksi 2,5 persen saya yakin bisa tercapai kalau disertai kenaikan harga BBM," ujar Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani saat ditemui di Kantor Apindo, Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.

Jika tidak, Shinta pesimistis target tersebut bisa tercapai. Pasalnya, Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku yang menjadi penyebab tingginya CAD. Jadi meskipun diberlakukan aturan untuk meningkatkan nilai tambah pada barang mentah yang diekspor, tak akan optimal karena minimnya bahan baku yang masih harus didapatkan lewat impor.

"Bagus kalau optimistis, tapi saya lihat itu sangat berat. Kalau kita kalkulasi saja impor bahan baku masih 70 persen, mau digenjot ekspor kayak apa juga masih akan sulit," tambah dia.

Bank Indonesia (BI) sebelumnya mencatat defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan III-2018 meningkat sejalan dengan menguatnya permintaan domestik. Defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2018 tercatat sebesar USD8,8 miliar atau 3,37 persen PDB, lebih tinggi dibandingkan dengan defisit triwulan sebelumnya sebesar USD8 miliar atau 3,02 persen PDB.

Namun, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis akan terjadi tren penurunan CAD hingga 2019. BI memprediksi CAD pada 2019 akan berada pada kisaran 2,5 persen.


(AHL)


Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

34 minutes Ago

Struktur organisasi dari BP Batam dipastikan tidak berubah meski figur pemimpin dalam organisas…

BERITA LAINNYA