Asosisi Tambang Sebut B20 Lebih Boros

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 07 Dec 2018 07:45 WIB
biofuel
Asosisi Tambang Sebut B20 Lebih Boros
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo) menilai pengunaan bahan bakar yang telah dicampurkan biodiesel atau minyak kelapa sawit 20 persen (B20) malah membuat boros. Tidak hanya itu, penggunaan B20 juga memberikan beban terhadap mesin dan alat-alat berat yang digunakan.

Direktur Eksekutif Aspindo Bambang Tjahjono membenarkan penggunaan B20 lebih boros ketimbang solar murni. Bahkan, ia menilai, pemborosannya bisa dua hingga lima persen. Karena boros, bukan tidak mungkin kinerja jadi kurang maksimal.

"Yang dipakai lebih boros karena cepat berkurang, enggak seperti solar. Kalau tenaganya kurang untuk mencapai keseimbangan ya otomatis lebih boros logikanya," kata Bambang, di Le Meridien, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018.

Tidak hanya boros, kata Bambang, penggunaan B20 juga dikeluhkan karena berdampak terhadap kinerja mesin dan alat-alat berat yang digunakan untuk kegiatan pertambangan. "Ada keluhan filter yang enggak beres dan injektornya bermasalah," tutur dia.

Namun, masih kata Bambang, keluhan tersebut juga dipengaruhi oleh cara perawatan. Menurutnya sejak awal mandatory kebijakan B20 pemerintah tidak pernah melakukan sosialisasi perihal perawatan bagi mesin pengguna B20.

Ia mengatakan seharusnya ada perawatan yang maksimal terutama terkait kondisi bahan bakar dalam kondisi kelembaban tertentu. Lalu bagaimana sifat zat tersebut apakah proadiktif dan lain sebagainya.

"Enggak pernah muncul yang seperti itu. Saya sampaikan ke EBTKE tetapi tetap at the end ya sudah masing-masing anggota kami lakukan riset sendiri," pungkas dia.


(ABD)


Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

35 minutes Ago

Struktur organisasi dari BP Batam dipastikan tidak berubah meski figur pemimpin dalam organisas…

BERITA LAINNYA