Pemerintah Diminta Tidak Terburu-buru Bergabung Kembali dengan OPEC

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 13 Jul 2017 14:41 WIB
berita dpr
Pemerintah Diminta Tidak Terburu-buru Bergabung Kembali dengan OPEC
Minyak Mentah. (AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of The Petroleum Exporting Countries/OPEC) tengah mengajak Indonesia untuk kembali bergabung. Pemerintah kini sedang mempertimbangkan baik buruknya jika kembali menjadi anggota aktif.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan turut berkomentar mengenai hal tersebut. Ia meminta kepada pemerintah untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan mengingat kondisi ekonomi yang dinilai belum bersahabat.

"Harus dilakukan survei yang terbaik bagi bangsa dan negara kita," ujar, Taufik ditemui di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Juli 2017.

Ia menilai saat ini perekonomian Tanah Air sedang bergerak menuju keseimbangan baru. Selain itu, ia juga meminta pemerintah mempertimbangkan faktor-faktor eksternal seperti wacana The Fed yang ingin menaikkan kembali suku bunga, krisis Teluk, dan berbagai faktor lain. Hal tersebut perlu dicermati sebelum mengambil keputusan untuk bergabung kembali.

"Kalau kembali ke OPEC, harga minyak sedang naik turun, pengkajiannya seperti apa," ucap Wakil Ketua Umum DPP PAN itu.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, pemerintah Indonesia telah mengirim surat kepada OPEC per 24 Mei 2017 terkait ajakan tersebut.

Dalam surat itu, pemerintah Indonesia meminta syarat dan pengecualian karena sesuai dengan arahan dan strategi nasional yang sedang dijalankan saat ini Indonesia sedang berupaya meningkatkan produksi.

Artinya kalau pun Indonesia masuk ke dalam OPEC, Indonesia meminta untuk tetap menjalankan strategi nasional dan tidak memotong produksi seperti negara anggota OPEC yang lain.

"Sedang di internal OPEC. Intinya adalah ini harus jalan dengan strategi kita dalam pengembang migas nasional. Kita mau meningkatkan produksi tapi produksi di cut off. Kita berharap bisa dapat pengecualian," jelas dia.

Indonesia memutuskan untuk membekukan sementara (temporary suspend) keanggotan di OPEC. Keputusan tersebut diambil dalam sidang ke-171 OPEC di Wina, Austria. Langkah pembekuan diambil menyusul keputusan sidang untuk memotong produksi minyak mentah sebesar 1,2 juta barel per hari, di luar kondensat.



(ROS)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

13 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA