Livestreaming

Ditjen EBTKE Cari Insentif Lain Usai Subsidi EBT Ditolak

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 21 Sep 2016 11:15 WIB
energi terbarukan
Ditjen EBTKE Cari Insentif Lain Usai Subsidi EBT Ditolak
Gedung Kementerian ESDM (Foto: dokumentasi Setkab)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Jenderal (Ditjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mencari insentif lain untuk program Energi Baru Terbarukan (EBT) yang subsidinya ditolak oleh Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Direktur Aneka Energi Maritje Hutapea mengaku sangat kecewa terhadap keputusan Banggar DPR RI yang menolak subsidi EBT sebesar Rp1,1 triliun. Hal itu diungkapkannya lantaran pihak Ditjen EBT telah menaruh alokasi subsidi ke beberapa program EBT setelah disetujui oleh Komisi VII dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) beberapa waktu lalu.

"Kemarin selama rapat saya pantau terus. Tidak menyangka Badan Anggaran menolak padahal Komisi VII dan Kemenkeu sudah setuju," kata Maritje, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Maritje mengakui pusing atas keputusan Banggar DPR RI tersebut. Apalagi, salah satu program yang akan disubsidi itu adalah PLTMH. Subsidi listrik bagi PLTMH ini diberikan guna mengakhiri polemik keengganan PT PLN (Persero) membeli listrik sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 19 Tahun 2015. Pihaknya menghitung bakal ada 84 PLTMH yang membutuhkan subsidi senilai Rp520 miliar pada tahun depan.

Kendati demikian, Maritje mengakui, akan mencarikan insentif-insentif lain yang lebih tepat untuk menutup alokasi subsidi yang telah dirumuskan. "Ya kita akan terus berupaya mencarikan insentif yang lebih tepat," ucap dia.

Sekadar informasi, subsidi EBT ini memang pertama kali diajukan oleh Ditjen EBTKE. Subsidi ini akan dialokasikan untuk pengoperasian pembangkit yang menggunakan sumber energi yang tidak pernah habis seperti matahari, aliran panas bumi, geotermal dan sebagainya.

Kemarin, beberapa anggota Banggar DPR RI menolak dengan mengatakan pengalokasian subsidi tersebut tidak tepat. Bahkan ada yang menilai, pemberian subsidi ini hanya akan membuang anggaran saja karena mensubsidi sektor hulu dan hilir.

Wakil Ketua Banggar Said Abdullah selaku pemimpin rapat menolak permintaan dari mengenai subsidi EBT senilai Rp1,1 triliun. "Terima kasih penjelasannya Pak Dirjen, namun kami sangat berat menerima itu," ucap Said.


(ABD)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA