Keuntungan Freeport Harus Sejahterakan Masyarakat Papua

M Sholahadhin Azhar    •    Senin, 04 Sep 2017 21:20 WIB
freeport
Keuntungan Freeport Harus Sejahterakan Masyarakat Papua
Stafsus Presiden Bidang Papua, Lenis Kogoya. Foto: M Sholahadhin Azhar/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Freeport Indonesia disebut selama ini hanya memberikan 1 persen dari keuntungan yang didapatkan kepada tujuh suku di Papua. Hal itu dinilai jauh dari langkah menyejahterakan masyarakat di tanah Papua.

"Hanya 1 persen dan itu dibagi ke tujuh suku yang ada di Papua, itu berapa. Ke depan kalau memang mau membantu masyarakat ya harus dilibatkan masyarakat adat," kata Stafsus Presiden Bidang Papua, Lenis Kogoya di Kantor Kemenko Polhukam, Senin 4 September 2017.

Selain pembagian presentase laba, ada hal lain yang diberikan Freeport kepada masyarakat Papua, antara lain bantuan beasiswa. Karena itu, Lenis melihat perlu ada komunikasi yang lebih tepat untuk menujukan segala bantuan dan upaya Freeport selama ini kepada masyarakat Papua.

Baca: Masyarakat Adat Papua Minta Dilibatkan dalam Perundingan Divestasi Freeport

Menurut dia, setiap suku seharusnya diberikan keuntungan sesuai dengan haknya masing-masing. Ia menilai tidak adil jika 1 persen diperebutkan tujuh suku. Sebab, sebagai unsur adat di Papua, mereka tak boleh dikesampingkan.

"Tiap suku harus diberikan hak mereka. Indonesia sebelum merdeka juga itu adat dahulu, lalu agama, baru pemerintah, janhan lupakan adat," ujar Lenis.

Ia enggan menyebut presentase yang pas soal pembagian laba ini kepada tiap suku. Lenis menyerahkan pada pemerintah terkait hitungannya. 

Yang jelas, kata dia, harus ada keterlibatan aktif dari masyarakat adat di sana. Salah satu pertimbangannya untuk mencegah meningkatnya jumlah pengangguran di sana. 

"Tergantung pemerintah, bisa naik tidak, kalau itu naik masyarakat juga yang sejahtera. Di sana kalau bisa pegawai diprioritaskan orang Papua, supaya tak ada pengangguran, supaya mereka tidak demo," kata Lenis.


(AZF)